Sukses Kalahkan Thailand, Vito Berhasil Tentukan Kemenangan Indonesia di Piala Thomas

Sukses Kalahkan Thailand, Vito Berhasil Tentukan Kemenangan Indonesia di Piala Thomas

Sondang | Olahraga | 12-10-2021

PARBOABOA, Denmark - Shesar Hiren Rhustavito atau lebih dikenal dengan Vito bawa kabar gembira. Ia berhasil mengalahkan Thailand 3-2 usai menaklukkan Adulrach Namkul di partai kelima Thomas Cup di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Senin (11/10).

Vito ungguli Namkul dengan skor 23-21, 10-21, 21-8 membuat Indonesia berhasil menentukan kemenangan. Di awal permainan, Namkul langsung unggul 3-0 meninggalkan Indonesia. Vito pun mengejar ketinggalan menjadi 1-3 setelah smash kerasnya masuk di sisi kanan permainan Namkul.

Kedua atlet saling kejar mengejar poin, dan situasi ketat berlangsung hingga 21-21. Smash Namkul yang melebar membuat Vito unggul 22-21, dan ditutup dengan 23-21 setelah pukulan Vito gagal dikembalikan dengan sempurna oleh Namkul.

Pada set kedua, Namkul berhasil unggul cepat 7-3. Namun sambaran Vito di depan net berhasil mengubah skor menjadi 4-7, disusul lucky smash dari Vito yang menipiskan jarak menjadi 5-7. Namkul unggul 8-5 setelah pukulan Vito melebar ke sisi kiri. Satu pukulan ke tengah yang mengecoh Vito menambah keungguan Namkul menjadi 9-5. Namkul kemudian menambah dua poin lagi untuk menutup interval dengan skor 11-5.

Namkul dan Vito kemudian saling berbalas poin, mengubah skor menjadi 9-5. Namun Vito akhirnya berhasil menutup interval dengan skor 11-5. Selepas interval, Vito sukses menambah empat poin beruntun, membuatnya unggul jauh 15-5. Namkul sempat menambah dua poin menjadi 7-15, tetapi satu pengembalian yang tak sempurna membuat Vito unggul lagi 16-7.

Laju Vito akhirnya tak terhentikan untuk memenangi set ketiga dengan skor 21-8. Hasil ini mengubah skor menjadi 3-2 untuk kemenangan Indonesia.

Selain itu, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto juga berhasil menaklukkan Natthapat Trinkajee/Tanupat Viriyangkura 21-9, 21-12. Mereka pun membuat kedudukan sama kuat, 2-2.

Fajar/Rian tampil begitu bagus melawan pemain muda Thailand tersebut. Permainan cepat mereka sangat sulit diimbangi lawan.

Sebelum laga tersebut, tim Indonesia sempat tertinggal 1-2 dari Thailand setelah tunggal putra Jonatan Christie dikalahkan Kunlavut Vitidsarn 10-21, 14-21.

Jonatan bermain begitu buruk di gim pertama. Kesalahan demi kesalahan dia ciptakan sendiri, sehingga membuat lawan memperoleh poin dari mudah. Tidak heran jika dia hanya mendapatkan 10 poin.

Memasuki gim kedua, permainannya mulai membaik. Pemain nomor dua Indonesia itu mampu mengimbangi permainan lawan hingga interval. Namun, permainan buruknya kembali muncul. Lagi-lagi, Jojo melakukan banyak kesalahan sendiri. Pukulannya juga tidak akurat.

Dalam laga itu, Jojo empat kali mendapat fault dari service judge, saat melakukan servis. Tiga kali di gim pertama. Keadaan ini tentu sangat merugikan pemain asal Jakarta ini, karena memberikan poin gratis bagi lawan.

Sebelumnya, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan setelah ganda Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamujo mengalahkan Supak Jomkoh/Kittinupong Kedren 19-21, 21-18, 21-13.

The Minions harus mengakui keunggulan ganda nomor 94 tersebut di gim pertama. Namun, gim kedua dan ketiga, ganda nomor satu dunia tersebut bangkit. Mereka bermain begitu cepat.

Kevin, si Tangan Petir beberapa kali menunjukkan kehebatannya. Pukulan-pukulan ajaibnya keluar dan membuat decak kagum penonton. Pertahanannya begitu kuat, sulit ditembus ganda Thailand tersebut. Bola-bola smesnya, atau bola tipuannya, sulit dikembalikan lawan. Tidak heran jika di gim penentuan, mereka menang 21-13.

Di partai pertama, pemain tunggal putra Anthony Ginting dikalahkan Kantaphon Wangcharoen 21-16, 22-24, 23-25. Di gim pertama, meski mendapat perlawanan, Anthony memenangi laga itu dengan skor 21-16.

Anthony, yang sebenarnya telah memegang match point di gim kedua, harus mengakui kehebatan pemain muda Thailand tersebut. Setelah sempat tertinggal 18-20, Ginting berbalik unggul 21-20.

Namun, sang lawan bermain tenang dan menyamakan kedudukan. Ginting lagi-lagi unggul 22-21. Akan tetapi, Kantaphon berhasil menekan pemain kelahiran Cimahi tersebut dan menutup pertandingan dengan skor 24-22.

Pada gim penentuan, tunggal nomor satu Indonesia tersebut terus tertinggal. Dia sempat tertinggal 14-18, 15-19, 17-19. Saat tertinggal, Ginting begitu tenang. Dia memainkan bola di net. Di sinilah kemudian sang lawan memainkan bola tinggi hingga dengan mudah Anthony menyemes.

Anthony sempat menyamakan kedudukan 20-20. Dan bahkan sudah unggul 21-20. Sayang, bola smesannya melebar hingga lawan menyamakan kedudukan. Anthony kembali unggul hingga unggul 23-22. Sayangnya, andalan Indonesia itu melakukan kesalahan saat itu. Bolanya keluar. Setelah itu, Kantophon tampil begitu tenang dan menutup laga dengan skor 25-23.

Tag : #olahraga    #piala thomas    #thomas cup    #vito    #thailand    #indonesia   

Baca Juga