10 Tahun Tidak Tersentuh Bantuan, Warga Tanah Merah Bangun Infrastruktur Pakai Uang Pribadi

Rendi Ilhami | Metropolitan | 06-12-2022

Para pekerja TPS RW 07, Kelurahan Tugu Selatan, yang dibangun secara swadaya masyarakat, Selasa (06/12/2022). (Foto: Parboaboa/Rendi Ilhami)

PARBOABOA, Jakarta - Sepuluh tahun RW 07, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, tidak pernah tersentuh anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Warga yang kesal ke pemerintah membuat mereka membangun infrastruktur mulai dari tempat penampungan sampah (TPS), saluran air, jalan dan jembatan dengan uang pribadi.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan warga secara mandiri dinamai Tim Percepatan Pembangunan dan Pengelolaan Lingkungan (TP3L). Mekanismenya mengutip retribusi ke mobil barang yang melintas, dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp2 ribu sampai Rp5 ribu tergantung volume dan jenis kendaraan. Petugas di lapangan terkadang tidak menarik retribusi jika supir enggan membayar.

Salah satu petugas penarik retribusi, Joy menjelaskan, setiap harinya uang retribusi bisa terkumpul mulai dari Rp300 ribu sampai Rp400 ribu tergantung jumlah kendaraan yang melintas. 

“Paling tiga ratus rupiah kalo lagi rame,” jelas Joy pada Parboaboa, Selasa (06/12/2022).

Kendati demikian, beberapa dugaan pungli kerap dilontarkan beberapa pihak pada kegiatan TP3L. “Pernah dulu pernah ada yang diduga gitu,” kata Joy. 

Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi dan Pembangunan Lingkungan Kelurahan Tugu Selatan, Budi Susanto mengatakan, penarikan retribusi merupakan kesepakatan warga.

“Karena histori awalnya dia gak ngeliat jadi di situ pungli pungli pungli, padahal kesepakatan warga,” ujar Budi.

Budi menegaskan, adanya kegiatan TP3L adalah bentuk upaya warga dalam membangun karena wilayahnya tidak tersentuh APBD. 

“Karena tidak mendapatkan APDB,” tegas Budi.

Selain itu, alasan lain kegiatan TP3L terjadi karena di RW 07 banyak gudang-gudang perusahaan besar. Akibatnya, jalan-jalan di RW 07 menjadi rusak karena sering dilalui mobil barang milik perusahaan.

“Dia tuhkan orang-orang yang mobil-mobil barang itukan, dia bawa barang ke situ. Bawa-bawa barang gudangnya di RW 07. Jadi sah-sah aja (TP3L) gak ada masalah,” ucap Budi.

Akhirnya, lanjut Budi, uang retribusi dari beberapa kendaraan yang melintas digunakan untuk menambal jalan di wilayah RW 07.

“Kemudian uang itu digunakan untuk membangun lingkungannya sendiri,” pungkas Budi.

Tag : #tanah merah    #APBD    #metropolitan    #jakarta utara    #anies baswedan    #joko widodo   

Baca Juga