18 WNI dilaporkan meninggal dunia di Depot Tahanan Imigrasi (DTI) Tawau, Sabah, Malaysia. TNH

18 WNI Tewas di Tahanan Imigrasi Malaysia, ada Dugaan Penyiksaan

Dion | Internasional | 27-06-2022

PARBOABOA, Kuala Lumpur - Sebanyak 18 warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan meninggal dunia di Depot Tahanan Imigrasi (DTI) Tawau, Sabah, Malaysia, sejak Januari tahun lalu hingga Maret 2022.

Dilansir BBC, Senin (27/6/2022), hal itu disampaikan oleh Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB). Dari laporannya, salah satu WNI diduga disiksa sebelum meninggal dunia. 

KBMB juga menemukan beberapa kasus dugaan "bentuk hukuman tidak manusiawi" dan "penyiksaan" yang dialami para WNI yang ditahan di DTI Tawau. 

Menanggapi laporan tersebut, Konsulat RI di Tawau bakal memeriksa kembali penyebab kematian seirang WNI, yang sebelumnya dilaporkan terkena serangan jantung. 

"Kita akan telusuri lebih lanjut. Saya enggak tahu sebetulnya pihak KBMB ini infonya dari mana, kalau berdasarkan file tertulis di kita, almarhum meninggalnya karena heart attack. Ini mau kita cek juga dengan depot," kata Konsul RI di Tawau, Heni Hamidah. 

Sementara, Kedubes Malaysia di Jakarta menyebut kematian yang terjadi di depot tahanan imigrasi ini kebanyakan karena Covid-19 dan penyakit serius lainnya. 

KBMB merilis laporan bertajuk Seperti di Neraka: Kondisi Pusat Tahanan Imigrasi di Sabah, Malaysia. Tim pencari fakta koalisi tersebut mewawancarai beberapa tahanan asal RI. 

Upaya tersebut dilakukan untuk mengetahui apa yang terjadi pada Suardi, seorang WNI yang diduga dianiaya di DTI Tawau hingga akhirnya meninggal dunia. 

Salah satu tahanan yang diwawancarai adalah saudara kandung mendiang yang ditempatkan dalam blok yang sama dengannya. 

Para saksi mengatakan jika Suardi dipukul beramai-ramai oleh petugas DTI di depan tahanan lainnya. 

Dengan tubuh terluka dan tangan diborgol, ia kemudian dimasukkan ke sel isolasi. Suardi kemudian dinyatakan meninggal dunia pada awal Januari 2021. 

"Berbagai bentuk penghukuman dan perlakuan tidak manusiawi, bahkan penyiksaan terjadi di pusat tahanan imigrasi yang merupakan suatu institusi yang tertutup, institusi yang terisolasi," kata Abu Mufakhir, anggota TPF KBMB, Minggu (26/6).

Menanggapi laporan KBMB, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta mengatakan total 149 tahanan asal RI yang meninggal dunia di DTI seluruh Sabah akibat corona dan kegagalan fungsi organ. 

Dan pernyataan itu membuat pihak KBMB terkejut, karena jumlahnya ternyata lebih tinggi dari yang mereka perkirakan. 

Dalam temuan tim pencari fakta, cambukan rotan biasanya dilakukan di pengadilan, segera setelah hakim menjatuhkan vonis.

Menurut orang yang diwawancarai KBMB, cambukan rotan hanya dilakukan pada tahanan pria berusia antara 19 sampai 50 tahun. "Rasa sakitnya tak bisa dikatakan," begitu salah satu kutipan dari laporan tersebut.

Ada juga hukuman-hukuman lainnya, berupa pukulan atau tendangan, yang dialamatkan kepada para deportan ketika melakukan kesalahan kecil di DTI.

Selain penganiayaan, temuan KBMB juga mengungkap kondisi depot yang penuh sesak, kotor, dan tanpa sinar matahari.

Lalu, kualitas makanan dan air yang tidak layak dikonsumsi, sampai dugaan pembiaran yang dilakukan petugas ketika tahanan mengalami sakit.

Dalam laporan itu disebutkan: "Ketika tahanan mengeluh lemas dan sakit, petugas seringkali meminta tahanan tersebut mengangkat tangannya ke mulut, sambil berkata "Masih bisa angkat tangan? Tak payah lah minta obat."

"Seluruh deportan yang kami wawancara mengatakan bahwa tahanan hanya akan dibawa ke rumah sakit ketika sudah dalam kondisi sudah sangat parah, 'Tunggu sekarat, baru bawa pergi hospital'.

Pengabaian itu dialami oleh deportan bernama Aris, menurut hasil wawancara KBMB dengan beberapa deportan lainnya.

Sebelum meninggal, Aris mengeluh sakit, badannya lemas, dan beberapa kali mengalami pingsan. Namun, dia tidak kunjung mendapatkan perawatan kesehatan.

Hingga akhirnya pada pagi di tanggal 25 September 2021 Aris kembali pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Dua jam kemudian ia dinyatakan meninggal.

Di DTI Tawau, per Jumat (24/6) jumlah deportan mencapai lebih dari 2.000 orang, sementara kapasitas DTI hanya 1.500.

Tag : #malaysia    #wni    #internasional    #depot tahanan imigrasi    #kbmb    #tawau   

Baca Juga