Ilustrasi teknologi 5G pada pesawat. Foto: Inside Telecom

Sinyal 5G Dikhawatirkan Ganggu Radar Pesawat

Wanovy | Teknologi | 08-09-2021

Industri penerbangan, khususnya di Amerika Serikat (AS), mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap sinyal 5G, yang dianggap bisa mengganggu radar di dalam pesawat.

Sejumlah besar perusahaan aviasi dan maskapai penerbangan di AS mengingatkan Federal Communication Commision (FCC) akan bahaya sinyal 5G yang bisa mengganggu radar altimeter (radio altimeter) di pesawat.

AS berencana menggelar jaringan 5G yang menggunakan frekuensi C-Band, yakni frekuensi yang beroperasi di antara 4 GHZ hingga 8 GHz, lebih tepatnya di AS, 5G C-Band akan digelar di frekuensi 3,7 GHz - 3,98 GHz.

Solusi C-Band ini dipilih untuk menghadirkan sinyal 5G di area-area pinggiran (rural), yang belum terjangkau oleh kabel fiber optik. Sementara untuk menggelar kabel optik ke daerah-daerah, operator seluler membutuhkan biaya tinggi.

Terdapat dua jenis altimeter (alat pengukur ketinggian) yang digunakan di pesawat, pertama altimeter yang menggunakan sensor tekanan barometer. Alat ini mengukur ketinggian (altitude) pesawat yang dihitung dari permukaan air laut.

Yang kedua ialah radio altimeter, yang berfungsi mengukur ketinggian pesawat dari daratan. Alat inilah yang disebut oleh asosiasi industri penerbangan AS, bisa terganggu oleh sinyal 5G C-Band tadi.

Sebab, radio altimeter bekerja di pita frekuensi 4,2-4,4 GHz, yang bersinggungan dengan pita frekuensi 5G C-Band. Radio altimeter bekerja dengan memancarkan sinyal radio dari pesawat ke daratan, lalu dipantulkan kembali ke pesawat.

Kecepatan rambat gelombang sejak dikirim dan diterima kembali oleh pesawat dipakai untuk menentukan ketinggian pesawat dari daratan. Jika sinyal radio mengalami interferensi, maka dikhawatirkan pembacaan ketinggian pesawat menjadi tidak akurat.

Altimeter radar sendiri banyak digunakan oleh pesawat-pesawat sipil di dunia. Altimeter radar merupakan satu-satunya sensor pesawat yang mengukur ketinggian pesawat di atas medan dan objek.

Menurut Flight Safety Foundation, altimeter radar memberikan informasi penting terkait terrain awareness and warning systems (TAWS), sistem peringatan lalu lintas dan pencegah tabrakan (TCAS), wind shear detection systems, sistem kontrol penerbangan, dan sistem autoland.

Tak hanya itu, fitur pengukur ketinggian dari altimeter radar juga digunakan oleh sistem Electronic Centralized Aircraft Monitoring (ECAM) serta Engine-Indicating and Crew Alerting Systems (EICAS).

Alat ini berperan penting untuk keselamatan penerbangan pesawat, seperti mencegah pesawat menabrak bukit/gunung (Controlled Flight Into Terrain/CFIT) saat penerbangan berkabut.

Peringatan aural akan berbunyi di kokpit jika di depan jalur penerbangan ada bukit/halangan, sementara jarak pandang pilot/kopilot di kokpit terbatas. Mereka akan memiliki waktu untuk melakukan manuver evasif. FCC sendiri dalam panduannya telah meminta operator untuk membatasi emisi dan daya yang dipancarkan BTS 5G.

Selain itu, radio altimeter juga berperan penting dalam fase takeoff dan landing. Komputer pesawat akan memberikan peringatan ketinggian dalam interval tertentu, misal 1.000 feet, 500 feet, 100 feet, 50 feet, dan sebagainya. Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Digital Trends, kekhawatiran yang diajukan oleh industri aviasi di AS dianggap bisa dimaklumi oleh analis Avi Greengart.

"Karena pemerintah mengalokasikan frekuensi C-band untuk 5G, jika ada masalah, terutama pada sistem radar yang tua, maka dampak biayanya akan besar bagi indutsri penerbangan untuk meningkatkan performa," kata Greengart.

Tag : #as    #pesawat    #radar    #altimeter    #altitude   

Baca Juga