900 KK Terdampak, Banjir Kota Bekasi Mulai Berangsur Surut

Banjir di Perumahan Bumi Nasio Indah Kota Bekasi ( Foto : Mikael Niman)

PARBOABOA, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan ada sekitar 900 kepala keluarga (KK) warga kota Bekasi terdampak banjir, yang telah rendam tujuh kecamatan sejak Jumat malam kemarin dan diinformasikan mulai berangsur-angsur surut dini hari.

“Banjir yang menerjang Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, berangsur surut sabtu pagi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Sabtu (08/10/2022).

Enam wilayah terdampak yaitu di Kecamatan Mustika Jaya, Jatiasih, Rawa Lumbu, Bekasi Selatan, Bantar Gebang dan Bekasi Barat. Tinggi muka air saat banjir pertama kali berlangsung sekitar 50 hingga 100 cm.

Akibat banjir tersebut, sebanyak 900 KK warga Kota Bekasi terdampak. Kendati demikian, kata Abdul, tidak ada pengungsian karena peristiwa ini.

Abdul mengklaim, tidak ada pengungsian terhadap warga yang terkena musibah ini. Di samping itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Bekasi saat ini masih terus memantau kondisi di beberapa titik yang masih tergenang banjir.

Pihak BPBD bersama tim gabungan setempat saat ini masih tetap bersiaga menghadapi potensi dampak banjir lantaran prakiraan cuaca pada besok hari, Minggu (09/10/2022) masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan dan sedang pada wilayah-wilayah yang sebelumnya terdampak banjir pada Jumat lalu.

Sebelumnya, sejumlah desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bekasi, yaitu Kecamatan Setu (Desa Ciledug), Kecamatan Tambun Selatan (Kelurahan Jatimulya), dan Kecamatan Babelan (Desa Bahagia). sempat tergenang air setinggi 10-50 cm pada Jumat (07/10/2022) pagi. Namun, pantauan BPBD Kabupaten Bekasi menyebutkan banjir telah surut pukul 19.17 WIB.

“Genangan terjadi setelah hujan deras di kawasan hulu Bogor dan Kabupaten Bekasi. Kondisi ini menyebabkan debit air Sungai Kadang meluap pada Jumat pukul 05.00 WIB,” kata Abdul.

BPBD Kabupaten mencatat 765 KK atau 3.060 jiwa terdampak peristiwa ini. Namun demikian, banjir tidak sampai mengakibatkan adanya pengungsian.

Sementara itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap siap siaga dan waspada menghadapi potensi banjir, warga dapat mengantisipasi bahaya arus pendek dengan mematikan jaringan listrik rumah.

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS