Akibat Isu Konversi ke Sawit, Wisatawan ke Perkebunan Sidamanik Menurun

Kondisi di Kebun Teh unit Bah Butong Sidamanik, Kabupaten Simalungun (Foto: Parboaboa/Patrick)

PARBOABOA, Simalungun - H-1 Tahun Baru, objek wisata kebun teh unit Bah Butong, Simantin dan Tobasari sepi pengunjung. Pedangang kaki lima mengeluh tidak ada untung. 

Salah satu pedangan kaki lima di Kebun Teh unit Bah Butong, Syahril mengatakan, kunjungan wisatawan menurun drastis dari Agustus 2022.

"Tiga bulan terakhir ini sangat sepi pengunjung, kalau pun ada paling beberapa," ucapnya, Sabtu (31/12/2022).

Syahril mengatakan, sepi nya wisawatan yang datang dipicu terbatasnya akses masuk wisatawan ke daerah kebun. 

"Menurut saya karena pihak kebun membatasi pergerakan pengunjung ke daerah kebun dengan membuat pagar pembatas," jelasnya.

Salah satu pengurus keamanan dan juru parkir unit Kebun Teh Bah Butong mengakui kunjungan wisatawan tahun ini menurun drastis.

"Tahun ini sangat sepi, mulai dari Agustus kemarin biasanya dari biaya retribusi parkir motor dan mobil saja bisa mencapai Rp800 ribu - Rp1 juta perharinya, sekarang dapatkan Rp300 ribu saja susah," jelasnya. 

Darwin mengatakan penurunan kunjungan wisatawan ini dikarenakan isu tentang rencana pengkonversian lahan kebun teh menjadi lahan sawit. 

"Menurut saya ini karena isu mau diubahnya lahan kebun teh ini menjadi lahan sawit, sehingga pengunjung malas datang kesini," jelasnya. 

"Kalau tahun lalu, jangankan kendaraan, orang lewat berjalan kaki saja sulit. Sekarang ini lancar-lancar saja kan," tungkasnya. 

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS