Para pemain hanya terpaku di lapangan permainan pada laga PSIS kontra PSS Sleman (Foto: Tribun Jateng)

Apa Itu Sepak Bola Gajah: Sejarah, Asal Usul, dan Praktiknya di Indonesia

Michael | Sepakbola | 03-04-2022

Parboaboa.com – Dalam dunia sepak bola, dikenal istilah sepak bola gajah. Istilah ini muncul akibat adanya insiden dalam pertandingan sepak bola. Insiden yang terjadi tersebut kembali terulang dalam beberapa pertandingan sehingga tidak dilupakan oleh para penggemar sepak bola.

Sebenarnya apa sih sepak bola gajah? Apakah ini adalah permainan sepak bola yang dilakukan oleh sekawanan gajah? Apakah pertandingan sepak bola gajah menggunakan ukuran lapangan sepak bola standar nasional? Sebenarnya istilah ini memang asing bagi orang yang tidak terlalu mengikuti perkembangan sepak bola. Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan artikel yang akan membahas mengenai sepak bola gajah.

Apa itu Sepak Bola Gajah?

Sepak bola Gajah merupakan istilah bagi tim sepak bola yang bermain tidak sportif dalam sebuah pertandingan. Sepak bola Gajah bertujuan agar timnya mendapatkan kekalahan. Tim tidak ingin memperoleh kemenangan karena nantinya akan berhadapan dengan tim yang lebih kuat.

Sepak bola Gajah memiliki pengertian yaitu suatu pertandingan yang dimainkan dimana salah satu bahkan kedua tim yang saling bertanding tidak ingin meraih kemenangan bahkan membobol gawangnya sendiri.

Permainan ini menunjukkan sikap yang tidak sportif dan bertolak belakang dengan pertandingan sepak bola dengan permainan menarik. Sepak bola Gajah menyebabkan rusaknya keindahan seni dalam pertandingan sepak bola.

Asal Usul Sepak Bola Gajah

Jika dilihat dari pertandingan sepak bola sebelumnya di masa lalu, pertandingan antara Timnas Argentina melawan Timnas Peru menjadi asal muasal munculnya sepak bola Gajah. Dalam pertandingan tersebut, Timnas Peru membiarkan 6 gol masuk ke gawang yang dijaga oleh Ramon Quiroga saat itu.

Ketika ditelusuri, ternyata telah terjadi kesepakatan pada dua penguasa tim tersebut yang berisi bahwa Argentina akan memberikan 50 juta dollar AS kepada Peru yang telah membiarkan gawangnya dibobol oleh tim Argentina.

Sedangkan istilah sepak bola Gajah di tanah air mencuat ketika pertandingan antara Persebaya melawan Persipura dengan skor 12-0. Namun, ada pula sumber yang mengatakan bahwa asal muasal sepak bola Gajah di Indonesia dari pertandingan Persib Bandung dengan Perseman Manokwari dengan skor 6-0.

Praktik Sepak Bola Gajah Yang Pernah Terjadi di Indonesia

Banyak kejadian sepak bola Gajah yang terjadi di luar negeri bahkan dalam negeri. Berikut ini adalah beberapa pertandingan yang diduga sebagai praktik sepak bola Gajah yang pernah terjadi di Indonesia.

1. Pertandingan Timnas Indonesia vs Timnas Thailand

Pertandingan ini untuk memperebutkan Piala Tiger (AFF Cup). Kejadian tersebut terjadi pada saat babak penyisihan grup A antara Timnas Indonesia yang melawan Timnas Thailand di Stadion Thong Nat, Vietnam. Saat itu, Vietnam sudah menjadi runner-up Grup B yang dihindari oleh Indonesia dan Thailand.

Hal tersebut membuat Rusdy Bahalwan, pelatih Timnas Indonesia menginstruksikan tim asuhannya untuk mengalah dari Thailand. Hal ini membuat Indonesia harus kalah dari Thailand dengan skor 3-2, padahal saat itu Indonesia memiliki peringkat terbaiknya di posisi 76 dunia.

Mursyid Efendi sengaja menendang bola ke arah gawang Kurnia Sandy yang menjadikannya gol bunuh diri. Tindakan Mursyid Efendi tersebut mendapatkan sanksi dari FIFA yaitu tidak boleh bermain sepak bola internasional selama hidupnya. PSSI juga dikenakan denda sebesar 40 ribu dollar AS.

2. Pertandingan Persebaya vs Persipura

Pertandingan ini menjadi cikal bakal dikenalnya sepak bola Gajah di Indonesia. Manajer Persebaya saat itu, Pak Agil H Ali yang menjadi otak intelektual dari pertandingan tersebut. Seluruh pemain Persebaya dikumpulkan di Hotel Majapahit tiga hari sebelum pertandingan dimulai.

Manajer Persebaya tersebut mengatakan bahwa Persebaya harus mengalah pada Persipura untuk menyelamatkan NKRI agar rakyat Irian Jaya tidak larut dalam kesedihan setelah Perseman Manokwari terdegradasi dari Kompetisi Perserikatan.

Pertandingan yang menjadi awal dikenalnya sepak bola Gajah ini telah mencoreng Liga Perserikatan pada masa tersebut.

3. Pertandingan PSIS Semarang vs PSS Sleman

Pertandingan ini terjadi pada tahun 2014 pada lanjutan Grup N Babak 8 Besar Divisi Utama 2014. Laga ini berakhir dengan kemenangan PSS Sleman yang berakhir dengan skor 3-2. Kelima gol yang dihasilkan tersebut merupakan hasil gol bunuh diri dari kedua tim.

Kedua tim tersebut berusaha menghindari untuk tidak memenangkan pertandingan agar tidak melawan Borneo FC yang menjadi runner up di Grup P. Kejanggalan laga ini terjadi karena kedua tim sama-sama tidak melakukan penyerangan.

Akibat tindakan tersebut, PSIS dan PSS diberi sanksi berupa diskualifikasi sehingga PSGC Ciamis dan Persiwa Wamena yang berhasil lolos ke semifinal. Hukuman yang diberikan tidak sebanding dan hanya memberatkan pemain saja, sedangkan jajaran manajer terbebas dari hukuman.

Padahal menurut pengakuan pemain, mereka hanya korban yang diinstruksikan untuk mengalah dari tim lawan.

“Saya tidak mau berkomentar lebih banyak, Anda lihat sendiri banyak pengurus kedua tim berdiri di sana. Mungkin Anda tahu, saya adalah atlet, ini tak sesuai dengan hati nurani saya,” tutur Herry pada para wartawan.

Di pihak bersebrangan, pelatih PSIS Eko Riyadi juga memilih tutup mulut hingga tak mau menghadiri sesi jumpa pers selepas laga.

Sementara pengawas pertandingan, Zufrial, mengatakan. “Saya tahu ini bukan pertandingan normal. Dan tugas saya di sini hanya melaporkan apa yang saya lihat. Sehingga keputusan nanti yang akan ambil adalah PT LI (Liga Indonesia),” terangnya.

4. Pertandingan PSMP Mojokerto Putra vs Aceh United

Pertandingan ini terjadi pada tahun 2018 dalam pertandingan lanjutan Babak 8 Besar Liga 2. Laga ini berakhir dengan skor 3-2 dengan kekalahan yang diterima PSMP Mojokerto Putra. Padahal PSMP Mojokerto Putra dapat menyamakan kedudukan.

Namun, Krisna Adi yang bertugas menjadi eksekutor penalti sengaja tidak mengarahkan bola ke gawang Aceh United. Kejadian itu membuat Krisna Adi mendapatkan hukuman yaitu tidak boleh berurusan dengan sepak bola selama hidupnya.

Padahal Krisna Adi hanya korban dari para mafia bola yang menginstruksikannya untuk tidak memasukkan tendangan penalti tersebut ke gawang.

5. Pertandingan PS Siak vs Serpong City FC

Pertandingan ini terjadi pada 13 Maret 2022 dalam laga lanjutan Liga 3 Indonesia musim 2021/2022. Laga ini berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan Serpong City.

Namun, ada momen yang menarik perhatian dalam laga ini dimana Bruno Casimir terlihat membiarkan pemain lawan mengambil bola yang sebenarnya sangat dekat dengan dirinya.

Akibat dari aksi tersebut, terjadi gol untuk Serpong City. PS Siak harus menyerah dengan skor 4-1, tapi akhirnya Serpong City tetap gagal melajut ke babak delapan besar, yang artinya tidak bisa berlaga di kompetisi Liga 2 musim 2022.

Aksi Bruno tersebut dapat sorotan dari warganet, yang mencurigai bahwa Bruno sengaja memberikan Serpong City gol. Mochamad Iriawan selaku ketua umum PSSI juga sudah angkat suara, untuk membawa kasus ini ke Komite Disiplin, supaya ditelusuri.

Seperti dikutip akun media sosial resmi dari Liga 3, Bruno bersaksi dengan nama Tuhan dan membela dirinya, bahwa tidak ada kesengajaan pada momen dirinya terlihat membiarkan bola diambil pemain Serpong City. Bruno yang juga kapten PS Siak itu memastikan dirinya tidak menerima apa pun dari perbuatan tersebut.

“Saya pemain profesional, bisa ditanya ke orang-orang dekat saya dalam hal pekerjaan. Seumur hidup, saya tidak pernah makan uang haram. Semua penghasilan saya hasil kerja keras dan keringat saya,” tulis Bruno Casimir, via akun Instagram pribadi miliknya.

“Pada saat kami dapat free kick, teman saya Khoirul Fikri, saya minta dia kasih bola ke depan, ke Fahri. Saya teriak-teriak, dia tidak kasih bola ke Fahri dan saat saya berbalik badan mau bicara ke bangku cadangan, tiba-tiba dia passing ke saya dan demi Tuhan saya tidak tahu kalau dia mau passing ke saya. Saya kaget, dia kenapa passing ke saya, dan dia langsung kejar bola itu," imbuhnya.

Sepanjang musim, Liga 3 memang diwarnai berbagai kontroversi yang membuat netizen heran. Dari mulai kinerja wasit yang nampak tidak beres, hingga aksi Bruno yang juga sulit dipercaya.

Demikian informasi mengenai sepak bola gajah dan beberapa hal terkait yang telah Parboaboa rangkum dari berbagai sumber terpercaya.
 

Tag : #PSSI    #Liga 1    #Sepakbola    #Timnas Indonesia    #Persebaya Surabaya    #Persipura Jayapura    #PSIS Semarang    #PSS Sleman   

Baca Juga