Krisis energi membuat Australia terancam pemadaman listrik massal. AFP

Krisis Energi, Australia Terancam Pemadaman Listrik Massal

Dion | Internasional | 15-06-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Australia terancam pemadaman listrik massal yang meliputi wilayah pantai timur, Queensland, dan New South Wales, yang berpenduduk 13 juta jiwa. 

Dilansir AFP, Rabu (15/6/2022), Perdana Menteri Anthony Albanese, dari Partai Buruh, menyalahkan krisis energi pada pemerintahan sebelumnya, yang selama sembilan tahun dikuasai Partai Liberal. 

"Konsekuensi dari kegagalan pemerintah sebelumnya untuk menerapkan kebijakan energi sedang dirasakan saat ini," kata Albanese kepada wartawan di Brisbane. 

PM 59 tahun itu meyakinkan warga bahwa pemerintahannya telah mengantisipasi hal ini dan sedang berusaha mencari cara untuk meredakan krisis. 

Negeri Kanguru merupakan salah satu dari tiga produsen gas dan batubara terbesar di dunia. Bahan bakar fosil menyediakan 71 persen listrik, sementara batubara 51 persen. 

Akan tetapi kini sekitar seperempat dari pembangkit listrik tenaga batubara di pantai timur berhenti beroperasi karena sedang dalam pemeliharaan. 

Belum lagi invasi Rusia ke Ukraina yang telah menaikkan permintaan ekspor untuk gas Australia. 

Hal itu menjadi bumerang di dalam negeri, karena menghapus potensi surplus untuk membantu mengatasi kekurangan energi domestik. 

Krisis diperparah oleh cuaca dingin di pantai timur sehingga membuat otoritas setempat berkampanye meminta penduduk untuk menghemat penggunaan energi. 

Menteri Energi Australia Chris Bowen yakin pasokan dalam sistem mereka cukup untuk menghindari pemadaman listrik yang lebih lama. 

Namun demikian, ia membenarkan bahwa Australia akan menghadapi musim dingin yang berat, pemadaman PLTU, tekanan geopolitik, serta banjir. Menurut AFP, kombinasi itulah yang lantas menimbulkan krisis. 

Sementara itu, Richie Merzian, pakar energi dari The Australia Institute mengatakan keseimbangan perlu diubah guna menghindari krisis semacam ini. Dan ia berharap agar Australia tak lagi bergantung pada gas dan batubara. 

"Selama Australia tetap bergantung pada gas dan batubara, konsumen Australia akan berada di atas harga bahan bakar global yang dipengaruhi oleh peristiwa di luar kendali kami," serunya.

Tag : #pemadaman listrik massal    #australia    #internasional    #krisis energi    #anthony Albanese   

Baca Juga