Badai Batsirai Memporak-porandakan Madagaskar/(Foto: Reuters)

Badai Batsirai Memporak-porandakan Madagaskar

Olivia | Internasional | 07-02-2022

Parboaboa, Madagaskar – Badai Batsirai yang terjadi di Madagaskar pada Sabtu (5/2) sudah memakan korban 20 orang. Akibat badai tersebut, hampir 48 ribu orang harus meninggalkan rumah dan mengungsi.

Dikabarkan Batsirai menumbangkan pepohonan, menghancurkan sejumlah rumah dan bangunan milik warga.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi Madagaskar, hujan deras yang diakibatkan Batsirai mendatangkan banjir di beberapa titik di wilayah Madagaskar. Namun, badai tersebut sudah melemah pada hari Minggu (6/2) kemarin. Kecepatan anginnya pun sudah berkurang hingga 80km/jam.

"Batsirai tiba pada Sabtu malam sebagai siklon tropis intens, dengan kecepatan putaran angin hingga 165 kilometer per jam," jelas Faly Aritiana Fabien dari Agensi Manajemen Bencana Madagaskar kepada AFP.

Penasihat teknis wakil presiden senat Madagaskar, Willy Raharijoana, mengungkapkan di beberapa bagian tenggara terputus dan daerah sekitarnya karena terjangan banjir.

“Seolah-olah kita baru saja dibom. Kota Nosy Varika hampir 95 persen hancur,” ungkap Willy kepada kantor berita Reuters.

“Melihat rumah-rumah yang kokoh yang atapnya terkoyak oleh angin, serta gubuk-gubuk kayu sebagian besar telah dihancurkan,” ujarnya lagi.

Badai ini terjadi disaat penduduk tengah mengalami krisis pangan akibat kekeringan beberapa waktu belakangan ini. Kejadian ini jelas semakin memperburuk keadaan, karena telah menghancurkan tanaman padi yang akan dipanen sekitar dua minggu lagi.

Batsirai juga ikut menghancurkan kebun buah dan sayur milik warga. Hal ini akan berdampak hingga enam bulan kedepan.

Tim penyelamat darurat masih terus berjuang untuk mencapai titik yang terkena bencana. Karena mereka terkendala di 12 jalan dan14 jembatan menuju lokasi bencana.

Tag : #Badai Batsirai    #bencana alam    #madagaskar    #banjir   

Baca Juga