Manfaat berikan pendidikan karakter bagi anak usia dini (foto:stella-maris.sch.id)

Manfaat dan Cara Memberikan Pendidikan Karakter Bagi Anak Usia Dini

Dimas | Pendidikan | 20-04-2022

PARBOABOA, Jakarta – Memiliki anak dengan karakter yang baik, pastinya menjadi impian terbesar seluruh orang tua di dunia. Untuk itu, sangat penting bagi orang tua untuk memberikan pendidikan karakter kepada anak sejak usia dini.

Pendidikan karakter adalah pengajaran nilai-nilai inti untuk membentuk karakter anak. Adapun manfaat dari memberikan pendidikan karakter pada anak sejak usia dini, yaitu:

1. Melatih Mental & Nilai Moral

Manfaat pendidikan karakter yang kedua adalah mampu melatih mental serta nilai moral pada anak. Dengan tingginya moral serta mental anak, maka ia akan dapat dengan mudah mengenali lingkungan hingga cepat untuk menyatakan sikap nantinya.

2. Membentuk Karakter Anak

Pendidikan karakter berguna untuk membentuk karakter anak ke dalam sikap tertinggi namun tetap menjadi sosok yang bermoral. Saat usianya nanti beranjak dewasa, ia akan menjadi pribadi yang mandiri, maju, kokoh, serta berpegang teguh pada prinsip.

3. Melatih anak lebih disiplin

Pendidikan karakter juga dapat mengubah seorang anak menjadi pribadi yang lebih disiplin. Sebab, seorang anak yang telah memiliki pendidikan karakter akan mengerti terhadap hal-hal yang tidak boleh dilakukan.

4. Melatih anak untuk lebih bertanggung jawab

Manfaat pendidikan karakter yang terakhir adalah mampu melatih anak untuk cepat berpikir, menganalisis, hingga mengambil keputusan. Dengan pendidikan yang didapatkannya secara berkelanjutan, ia akan terbiasa untuk bersikap dan bertindak secara tanggung jawab.

Setelah mengetahui manfaat dari pendidikan karakter bagi anak, para orang tua juga harus tau cara memberikan pendidikan karakter pada anak usia dini.

Cara Mengajarkan Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini

1. Jangan berikan label pada anak

Ketika orang tua memberikan label atau kata untuk perilaku tertentu, secara tidak sadar itu akan membuat anak mempercayai bahwa dirinya memang seperti itu. Sebagai contoh, para orang tua sering mengatakan, seperti ‘Kamu bodoh’, ‘Kamu nakal’ dan lain sebagainya kepada anak.

Memberi label pada anak juga mengakibatkan seorang anak akan menutup diri dan malas bereksplorasi. Hal-hal ini nantinya dapat menyebabkan anak menjadi merasa rendah diri dan cenderung meniru perilaku orang lain di sekitarnya.

Jadi, disaran kepada orang tua untuk tidak memberikan label kepada anak dan mengubahnya dengan memberikan nasihat atau kata-kata yang lebih baik ketika anak melakukan kesalahan.

2. Jangan membandingkan anak

Membandingkan anak dengan saudara, teman, kerabat, dan tetangga lain dapat merusak kepribadian anak. Kebiasaan ini dapat membuat anak berfikir bahwa ia tidak cukup baik dibandingkan orang lain.

Hal tersebut bisa berakibat anak menjadi bingung dengan identitas dirinya dan mulai meniru orang lain.

Untuk itu, memahami kepribadian anak adalah langkah pertama dan terpenting dalam membangun kepercayaan diri serta kekuatan terbaik anak.

Selanjutnya, para orang tua juga bisa menanamkan kepada anak dengan mengatakan bahwa dirinya adalah spesial walau berbeda dengan anak lainnya.

3. Asuh anak dengan cara yang lembut

Menegur atau melukai anak secara fisik saat mereka melakukan kesalahan dapat memperburuk keadaan. Ketika orang tua meneriaki anak, ia akan merasa takut dan tidak mengerti konsekuensi dari tindakan mereka.

Untuk itu, parah orang tua sebaiknya lebih sabar dan jelaskan kepada anak konsekuensi atas kesalahan mereka. Menjelaskan kepada anak atau bahkan kadang-kadang membiarkan anak mengalami hasil dari tindakannya, akan membantu anak memahami hubungan sebab-akibat.

4. Dorong anak untuk lebih mandiri

Para orang tua bisa mengajarkan anak secara perlahan untuk mengelola tanggung jawab mereka. Misalnya, membereskan mainan mereka, menyikat gigi, atau meletakkan baju kotor mereka ketempat yang telah disediakan.

Dorong anak untuk melakukannya secara mandiri dengan pengawasan yang minimum. Hal ini dapat melatih anak untuk meningkatkan rasa tanggung jawab mereka.

5. Menjadi pendengar yang baik

Balita atau anak-anak usia dini, cenderung mengekspresikan diri mereka dengan lebih banyak berbicara. Apalagi saat keterampilan bahasa mereka mulai berkembang.

Sebagai orang tua, Anda diwajibkan untuk lebih sabar mendengarkan cerita mereka. Dengan begitu, anak akan merasa lebih percaya diri.

Nah, itulah seputar manfaat dan cara memberikan pendidikan karakter pada anak usia dini. Semoga bermanfaat!

Tag : #pendidikan karakter    #balita    #pendidikan    #orang tua    #moral anak   

Baca Juga