Gambar Teknik Jalan Cepat (Foto: Parboaboa/Faulan)

Teknik Melakukan Jalan Cepat

Faulan | Olahraga | 23-09-2022

PARBOABOA - Jalan cepat atau yang biasa disebut race walking, adalah salah satu cabang olahraga atletik. Meski mirip dengan olahraga lari, namun ada banyak perbedaan antara kedua olahraga tersebut.

Perbedaan terbesar antara jalan cepat dan lari adalah pada gerakan kaki. Saat jalan cepat, satu kaki harus selalu menyentuh atau berada di tanah. Namun, saat berlari, dalam beberapa momen kaki akan terlihat melayang dari tanah.

Pengertian Jalan Cepat

Jalan cepat dapat diartikan sebagai salah satu cabang atletik di mana kaki digerakkan ke depan dengan cepat dan kaki selalu menyentuh tanah.

Berikut gerakan teknik keterampilan jalan cepat adalah dengan mendorong kaki belakang ke depan dari tumit, telapak kaki, jari jari kaki atau ujung kaki dan bagian tumit terlebih dahulu mendarat di tanah.

Teknik Dasar Jalan Cepat

Sederhananya, olahraga ini bisa berjalan lebih cepat dengan meletakkan kaki ke depan sedemikian rupa. Tetapi harus selalu dipastikan bahwa tapak kaki belakang harus selalu bersentuhan dengan tanah.

Atlet akan terkena pelanggaran jika kedua kaki melayang atau tidak bersentuhan dengan tanah. Berikut empat teknik dasar dalam olahraga jalan cepat.

1. Teknik Awalan (Start)

Teknik awalan atau biasa disebut start adalah teknik yang dilakukan sebelum memulai jalan cepat. Tidak ada gerakan khusus yang perlu dilakukan dalam teknik ini. Para peserta jalan cepat hanya perlu berdiri di belakang garis start.

2. Teknik Posisi Badan

Saat berjalan cepat, peserta harus mengambil posisi tubuh yang benar. Hal ini karena posisi tubuh sangat penting dalam menentukan efektif tidaknya jalan cepat.

Oleh karena itu, pada teknik jalan cepat sikap badan yang benar adalah menghadap lurus ke depan. Pada saat melakukan jalan cepat ayunan siku ditekuk dengan sudut 90 derajat dengan ayunkan lengan dan gerakan kaki sesuai irama.

3. Teknik Langkah Kaki

Setelah memahami teknik posisi tubuh yang baik dan benar saat jalan cepat, teknik selanjutnya yang harus dipahami adalah teknik menendang. Teknik langkah kaki yang baik untuk jalan cepat adalah dengan menitikberatkan pada massa di bagian paha.

4. Teknik Akhiran (Finish)

Jika peserta yang sedang berlari menyentuh garis finis, peserta tidak boleh berhenti pada saat itu juga. Peserta lomba harus berjalan cepat sampai kira-kira 5 meter dari garis finis. Setelah 5 meter, peserta dapat mulai melambat hingga benar-benar berhenti dengan sempurna.

Fase Jalan Cepat

Terdapat empat fase atau tahapan dalam olahraga jalan cepat yaitu fase tumpuan dua kaki, fase tarikan, fase relaksasi, dan fase dorongan.

1. Fase Tumpuan Dua Kaki

Fase ini dapat berjalan dengan sangat singkat. Ketika kedua kaki menyentuh tanah, gerakan mendorong berakhir dan diikuti oleh gerakan tarikan. Tarikan yang panjang dapat menyebabkan gerakan berlawanan di bahu dan pinggul.

2. Fase Tarikan

Gerakan menarik ini dilakukan pada kaki depan melalui gerakan tumit dan koordinasi seluruh bagian tubuh. Gerakan ini bisa dilakukan saat posisi badan berada di atas kaki penopang.

3. Fase Relaksasi

Fase gerakan relaksasi ini terjadi antara akhir fase menarik kaki dan awal fase mendorong kaki. Posisi pinggul harus berada pada bidang yang sama dengan bahu atau lengan dan tegak lurus dan sejajar di samping badan.

4. Fase Dorongan

Fase keempat atau fase dorongan dapat dijalankan ketika fase sebelumnya telah selesai. Ketika pusat gravitasi tubuh berada di titik kaki tumpu, kaki yang baru saja selesai menarik dapat mulai mendorong. Kemudian kaki yang lain dapat bergerak maju dan diluruskan.

Tag : #jalan cepat    #teknik    #olahraga    #teknik dasar    #teknik dasar jalan cepat    #fase jalan cepat   

Baca Juga