CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon

Bos JPMorgan Sebut Bitcoin Tidak Berharga, Kenapa?

Wanovy | Teknologi | 13-10-2021

Jamie Dimon, CEO bank investasi terbesar dunia JPMorgan Chase, secara blak-blakan mengungkapkan bahwa dia bukanlah penggemar Bitcoin, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini.

"Saya pribadi berpikir bahwa bitcoin tidak berharga," kata Dimon dalam acara Institute of International Finance pada hari Senin, dikutip dari CNBC, Selasa (12/10/2021).

"Saya tidak ingin menjadi juru bicara (bagi masyarakat yang kontra bitcoin/aset kripto), saya tidak peduli. Bitcoin tidak memiliki arti apa pun bagi saya," ujarnya menambahkan.

Sebelumnya kepala bank terbesar AS itu pernah menjadi pengkritik vokal mata uang digital, ia menyebutnya penipuan dan kemudian dia menyesali pernyataan itu.

Musim panas ini, JPMorgan memberi para nasabah manajemen kekayaan akses ke dana mata uang kripto, yang berarti penasihat keuangan bank dapat menerima pesanan jual beli dari nasabah untuk lima produk mata uang kripto.

“Klien kami sudah dewasa. Mereka tidak setuju. Jika mereka ingin memiliki akses untuk membeli atau menjual Bitcoin, kami tidak dapat menahannya tetapi kami dapat memberi mereka akses yang sah, sebersih mungkin.” imbuhnya.

Perdagangan Bitcoin tidak menujukkan reaksi langsung terhadap komentar Dimon. Mata uang kripto itu terakhir naik 5.0 persen untuk hari itu menjadi 57.304 dollar AS.

Dimon memegang teguh pernyataannya tersebut. Kendati demikian, pada Februari 2019, JPMorgan mengakomodasi keinginan sebagian nasabah dan disebutkan akan meluncurkan mata uang digital yang disebut JPM Coin, dan pada Oktober 2020, perusahaan menciptakan unit baru untuk proyek-proyek blockchain.

Pada bulan Agustus, perusahaan yang ia nakhodai mulai memberikan klien manajemen kekayaannya akses ke dana kripto.

Meski aset kripto telah mengalami turbulensi serta naik turun di pasar kelas aset dalam beberapa waktu terakhir, Dimon tetap memegang teguh pandangan anti-crypto-nya.

Meskipun dia berpikir Bitcoin akan ada dalam jangka panjang, Dimon mengatakan "selalu percaya Bitcoin akan menjadi ilegal di wilayah tertentu, seperti China yang telah menjadikannya ilegal, ”jadi saya pikir itu seperti fool's gold."

Dimon juga memberi tahu VandeHei bahwa menurutnya "regulator akan mengatur bitcoin." Beberapa pakar keuangan berpendapat bahwa peraturan yang dipikirkan dengan matang akan bermanfaat di AS.

Akan tetapi, pendukung cryptocurrency tetap waspada terhadap peraturan lebih lanjut,  mereka khawatir bahwa kerangka peraturan tertentu dapat menghambat inovasi kripto di AS dan mendorong bisnis ke luar negeri.

Tag : #teknologi    #kripto    #bitcoin   

Baca Juga