Ilustrasi mie instan (Foto: Freepik/@jcomp)

BPOM: Mie Sedaap yang Ditarik di Hong Kong Beda dengan di Indonesia

Maharani | Kesehatan | 30-09-2022

PARBOABOA, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) buka suara terkait otorisasi keamanan Hong Kong Centre for Food Safety (CFS), yang menarik Mie Sedaap Korean Spicy lantaran temuan etilen oksida (EtO).

BPOM memastikan Mie Instan Goreng Rasa Ayam Pedas Ala Korea yang ada di Indonesia telah sesuai standar keamanan produk.

“Berdasarkan penelusuran BPOM, produk mie instan yang ditarik di Hong Kong berbeda dengan produk bermerek sama yang beredar di Indonesia. Produk yang beredar di Indonesia memenuhi persyaratan yang ada,” tulis BPOM dikutip dari laman resminya, Kamis (29/09/2022).

BPOM, mengutip rilis CFS, menjelaskan Mie Sedaap Korean Spicy Chicken Flavour Fried Noodle yang ditarik terdeteksi EtO. Bahan tersebut ditemukan pada mie kering, bubuk cabe dan bumbu, serta disebut tidak sesuai dengan peraturan Hong Kong.

Namun untuk perlindungan kesehatan masyarakat, BPOM menindaklanjuti isu ini dengan meminta kepada CFS Hong Kong untuk mengklarifikasi dan menjelaskan lebih rinci terkait dengan hasil pengujian yang telah dipublikasikan.

Adapun, saat ini Codex Alimentarius Commission (CAC) sebagai organisasi internasional di bawah Badan Kesehatan Dunia (WHO) atau Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) belum mengatur mengenai EtO dan senyawa turunannya, serta pengaturan yang sangat beragam di berbagai negara.

Atas kejadian ini, BPOM juga akan berproses melakukan kajian kebijakan terkait EtO dan senyawa turunannya pada mie instan. BPOM pun terus memantau perkembangan terbaru terkait peraturan dan standar keamanan pangan internasional, serta melakukan sampling pengujian untuk mengetahui tingkat kandungan senyawa tersebut pada produk dan tingkat paparannya.

“BPOM secara terus menerus melakukan monitoring dan pengawasan pre dan post market terhadap sarana dan produk yang beredar untuk perlindungan terhadap kesehatan masyarakat dan menjamin produk yang terdaftar di BPOM dan beredar di Indonesia aman dikonsumsi,” tulis BPOM.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, mengutip keterangan resmi dari CFS, terdapat kandungan bahan kimia pestisida etilen oksida (ethylene oxide) pada sampel pengujian.

CFS menarik peredaran produk dari pasar serta menganjurkan masyarakat untuk tidak mengonsumsi atau menjual produk yang didistribusikan oleh agen tunggal Golden Long Food Trading Ltd dan pengecer PARKnSHOP (HK) tersebut.

"CFS mengumpulkan sampel produk dari supermarket di Lok Fu untuk pengujian di bawah Program Pengawasan Makanan rutin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel mie, paket bumbu, dan bubuk cabai produk mengandung pestisida, etilen oksida," tulis keterangan tersebut, Selasa (27/09/2022).

Tag : #bpom    #mie sedaap    #kesehatan    #ditarik dari hong kong    #mie sedaap korean spicy    #temuan etilen oksida    

Baca Juga