Lulusan SMK Otomotif dinilai kurang berpotensi karena kurang melakukan pratikum saat pembelajaran daring di masa pandemi.

Lulusan SMK Otomotif Dinilai Kurang Berpotensi Akibat Pembelajaran Daring

Maraden | Pendidikan | 08-12-2021

PARBOABOA, Jakarta – Kompetensi lulusan SMK terutama di bidang otomotif dinilai menurun akibat pelaksanaan pendidikan daring selama masa pandemi.

Terbatasnya akses untuk melakukan praktikum selama pandemi ternyata berimbas pada keahlian siswa kejuruan terutama SMK otomotif.

Hal itu diutarakan oleh Ketua Umum Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia (PBOIN), Hermas E Prabowo.

Menurut dia, model pembelajaran jarak jauh dengan sistem daring di masa pandemi sangat berpengaruh menurunkan kualitas, kompetensi dan juga daya saing tenaga terampil lulusan SMK khususnya bidang otomotif.

"Kondisi ini tercipta akibat kurangnya pelajaran praktik dan rendahnya pemahaman terkait sistem kerja mesin otomotif, baik mobil maupun sepeda motor," paparnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Rabu (07/12/2021).

Hermas menjelaskan berdasarkan informasi dari bengkel anggota Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia (PBOIN) di berbagai daerah di Indonesia, secara kompetensi lulusan SMK bidang otomotif sebelum pandemi lebih baik dibanding saat era pandemi.

Ia menyebut permasalahan tersebut karena minimnya kegitan praktek yang dilakukan. Sebagai contoh, menurut dia, bila sebelumnya bengkel hanya mengajari dua hingga tiga bulan, lalu lulusan bisa dilepas bekerja sendiri, sekarang ini saat pandemi, kondisinya jauh berbeda.

Bahkan siswa SMK tersebut banyak yang kurang terampil dalam kemapuan dasar perbengkelan. Misalnya masih ada yang kesulitan membedakan jenis dan ukuran kunci, kekencangan baut, rendahnya tingkat ketelitian dan kurangnya pemahaman teknik.

"Sehingga daya juang kurang, cara pegang kunci dan peralatan mekanik saja kurang luwes. Belum lagi hasrat untuk maju yang juga lemah ," imbuh Hermas.

Terkait hal itu, Hermas mengagngap perlu ada solusi konkret dari Pemerintahan untuk mengatasi kondisi tersebut.

Karena dikhawatirkan lulusan SMK bidang otomotif khususnya 2021 dan nanti 2022 akan banyak menganggur karena dunia kerja enggan menyerapnya.

Tag : #otomotif    #lulusan smk    #pendidikan    #smk    #smk otomotif    #bengkel    #pratikum    #lulusn smk   

Baca Juga