Tim gabungan mengevakuasi korban erupsi Gunung Semeru.

Pencarian Korban Erupsi Semeru Terkendala Tanah Masih Panas

Maraden | Daerah | 08-12-2021

PARBOABOA, Lumajang – Pencarian korban akibat erupsi gunung Semeru masih terus berlanjut. Jumlah korban meninggal akibat erupsi Gunung Semeru per 7 Desember 2021 menjadi sebanyak 34 jiwa. Sedangkan sebanyak 17 orang masih dinyatakan hilang. Sementara sebanyak 4.250 jiwa masih harus mengungsi.

Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru,Kolonel Inf Irwan Subekti menyebut ada sejumlah kendala yang dialami dalam pencarian sisa korban erupsi.

Kendala itu terkait kondisi di lapangan yang berpasir dan dipenuhi lumpur kering sisa luapan erupsi. Selain itu kondisi semakin sulit dikarenakan suhu tanah yang masih panas.

"Mengalami kendala yang sangat berat karena sampai saat ini wilayah yang terdampak itu pasir dan tanahnya masih panas," kata Irwan dalam konferensi pers, Selasa (7/12).

Irwan mengatakan, pencarian tidak dapat optimal juga karena kondisi Semeru yang masih aktif dalam beberapa waktu terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, setidaknya Semeru mengalami erupsi tiga kali sejak Selasa dini hari.

"Situasi di lereng Semeru masih menunjukkan peningkatan tanda-tanda yang perlu kewaspadaan tinggi, tadi pagi ada ledakan dua kali. Begitu juga untuk lahar panas yang setiap saat juga dapat mempengaruhi pencarian," jelasnya.

Selain itu, menurut Irwan, faktor cuaca juga menjadi kendala tersendiri dalam upaya pencarian korban. Sebab, dalam beberapa hari terakhir kondisi di lapangan terus diguyur hujan.

Irwan menambahkan, pihaknya hanya diberikan waktu selama satu minggu untuk melakukan pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang. Berdasarkan data terakhir, sampai saat ini masih ada 17 orang yang belum ditemukan.

Sepuluh Penambang Pasir Belum Ditemukan

Dari sejumlah informasi, sepuluh orang penambang pasir yang hilang pasca erupsi Gunung Semeru belum juga menuai kepastian. Diperkirakan mereka masih terkubur di aliran Sungai Besuk Kobokan yang mengarah ke Kecamatan Pronojiwo.

“Sampai saat ini kami belum bisa memastikan apakah penambang pasir yang hilang dimaksud masyarakat ini sudah ditemukan, atau belum. Nanti akan dipastikan apabila yang 10 orang ini sudah teridentifikasi, apakah 10 orang ini termasuk orang hilang yang dicari atau bukan," ucap Irwan Subekti.

Tag : #gunung semeru    #semeru meletus    #gunung semeru erupsi    #semeru erupsi    #bencana alam   

Baca Juga