Ilustrasi Gerakan Feminisme Pejuang Kesetaraan Gender (Dok. VOA)

Feminisme, Gerakan Pejuang Kesetaraan Gender Seperti Apa?

Olivia | Nasional | 22-04-2022

PARBOABOA – Bagi generasi masa kini, istilah feminisme bukanlah istilah yang baru lagi. Namun tidak sedikit yang menyalahartikannya sehingga tidak sedikit orang yang menolak keberadaan gerakan tersebut.

Mereka yang menolak cenderung berpikir negatif, judgemental terkait feminisme yang dikelompokkan sebagai perempuan yang membenci laki-laki, perempuan yang melawan suami, hingga dianggap sebagai pemikiran orang-orang barat, serta anti agama.

Dan perempuan yang tergabung dalam gerakan atau kelompok ini memiliki stereotip yang buruk dimata masyarakat. Pandangan buruk yang sering diterima, seperti peminum (pemabuk), perokok, hingga dianggap pernah dilukai yang membuat mereka trauma terhadap pernikahan dan pria.

Disini akan dijelaskan gerakan seperti apa itu feminisme yang sebenarnya. Yuk disimak!

Feminisme

Feminisme adalah serangkaian gerakan sosial, gerakan politik serta ideologi yang bertujuan memperjuangkan hak-hak wanita. Sebuah ide besar yang memberikan hak serta kesamaan pada pria dan wanita dalam berbagai aspek dan diharapkan dapat mengurangi potensi pernikahan dini.

Konsep kesetaraan gender yang masih diperjuangkan sampai saat ini adalah mendapatkan hak dan kesempatan yang sama antara wanita dan pria dalam hal pendidikan, pekerjaan, politik, bahkan peran dalam keluarga maupun di masyarakat.

Gerakan yang sudah ada sejak tahun 1800-an ini memiliki 6 teori feminisme menurut jenisnya yang secara konstan memberi kritikan kepada tatanan sosial yang ada sampai saat ini.

1. Teori Feminisme Kultural

Pada teori feminisme kultural, gerakan ini berpusat pada eksploitasi nilai-nilai dimana kaum wanita berada diposisi yang berbeda dengan laki-laki.

Sehingga penganut teori ini beranggapan dengan mengetahui potensi yang ada pada perempuan dapat meningkatkan sember kekuatan yang lebih sehat jika dibandingkan dengan masyarakat diluar kelompok feminisme yang hanya fokus terhadap budaya androsentris.

2. Teori Feminisme Liberal

Penganut teori yang satu ini menganggap ketidaksetaraan gender dalam masyarakat terbentuk karena pembagian kerja yang tidak adil serta adanya pengaruh buadaya patriarki.

Hal inilah yang menyebabkan kaum feminisme liberal mengadakan transformasi pembagian kerja, baik dilingkungan pendidikan, kerja, keluarga dan area-area kehidupan lainnya.

3. Teori Feminisme Radikal

Berbeda dengan sudut pandang kedua teori sebelumnya. Teori feminisme radikal hanya berfokus kekaum perempuan saja dan justru mengabaikan kaum pria. Bahkan teori yang mereka anut lebih ekstrim karena hanya memperjuangkan hak perempuan secara biologis dan menganggap para lelaki tidak memberi kontribusi apapun didalam masyarakat.

4. Teori Feminisme Anarkis

Dari segi nama saja, teori ini sudah terkesan ekstrim. Semua penganut teori ini cukup berpusat kepermasalahan yang dialami perempuan saat ini. Tujuan teori feminisme anarkis dibentuk untuk menghancurkan Negara serta meruntuhkan pemerintahan yang pemimpinnya berasal dari kaum pria.

5. Teori Feminisme Marxis

Para penganut teori marxis berpendapat bahwa ketidaksetaraan gender disebabkan adanya tindakan kapitalisme yang dilakukan kepada kaum perempuan. Dengan tujuan itulah kelompok ini dibentuk untuk merobohkan sistem kapitalisme tersebut.

6. Teori Feminisme Sosialis

Penganut teori feminisme sosialis sangat bertentangan dengan pendapat yang dikemukakan penganut teori feminisme marxis. Justru kelompok ini menganggap sistem kapitalisme ada jauh setelah posisi kaum wanita berada dibawah laki-laki.

Oleh karena itu mereka membentuk gerakan feminisme sosialis yang bertujuan untuk menghapuskan sistem kepemilikan pria dalam struktur sosial di masyarakat.

Namun dibalik semua teori yang ada, seluruh kelompok feminisme menjunjung tinggi rasa persaudaraan antar perempuan. Dan gerakan ini termasuk gerakan aksi damai yang kerap diikuti semua kelompok dalam memperingati Women’s International Day sebagai hari besar bagi para penganut gerakan ini.

Dan tidak menutup kemungkinan bagi para pria untuk mendukung gerakan feminisme sebagai bentuk penghargaan terhadap kaum wanita atas kemampuannya, bukan gender semata. Sehingga apa yang dicita-citakan para perempuan bisa terwujud dan semua perempuan dapat memaksimalkan potensi yang ada didalam dirinya.

Nah, itulah sekilas penjelasan terkait gerakan feminisme. Semoga kita bisa saling menghargai, mendukung dan memberi kesempatan bagi kaum wanita untuk terus berkarya terutama di negeri ini.

Tag : #Feminisme    #kesetaraan gender    #nasional    #hak perempuan    #kaum perempuan    #wanita dan pria    #teori feminisme   

Baca Juga