Jusuf Kalla.

Gaduh Bandingkan Jokowi-SBY, JK: Keduanya Sama

Maraden | Politik | 30-10-2021

PARBOABOA, Jakarta – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK buka suara terkait kisruh antara Partai Demokrat dan PDIP yang membanding-bandingkan kinerja Presiden Jokowi dengan Susilo Bambang Yodhoyono (SBY).

JK yang pernah menjadi wakil presiden baik di era SBY maupun Jokowi, berkata bahwa pemerintahan SBY maupun Jokowi memiliki kesamaan dalam mengambil keputusan yakni dengan cara rapat yang frekuensinya hampir sama setiap tahun.

Menurutnya semua presiden dalam memimpin memiliki cara kepemimpinannya masing-masing yang meski berbeda namun memiliki tujuan yang sama yaitu memajukan bangsa ini.

"Sudah tujuh Presiden Republik Indonesia sejak Indonesia merdeka, dan masing-masing berbeda cara kepemimpinan. Pak Harto berbeda dengan Bung Karno, Pak Habibie berbeda dengan Gus Dur, Ibu Megawati berbeda dengan Pak SBY dan juga Pak Jokowi," kata JK lewat keterangan yang diterima, Sabtu (30/10/2021).

Tanpa bermaksud membandingkan antara SBY dan Jokowi, JK mengungkap saalah satu yang krusial krusial di masa pimpinan SBY. Menurut JK, keputusan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar 126 persen demi mengurangi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2005 adalah hal yang tepat karena langsung dibarengi dengan bantuan langsung tunai (BLT).

Keputusan-keputusan yang diambil SBY saat itu, kata JK, mampu membuat Indonesia mampu bertahan dari krisis ekonomi. Selain soal ekonomi, keputusan pemerintahan SBY soal penyelesaian konflik di Aceh menjadi salah satu yang penting hingga dapat menjaga kesatuan Republik Indonesia saat ini.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Presiden Joko Widodo memiliki perbedaan dengan pemimpin lain. Dia mengatakan Jokowi sosok yang turun ke bawah dan mengambil keputusan saat rapat-rapat terbatas. Hal itu dinilainya berbeda dengan pemimpin sebelumnya yang ia sebut hanya sering melakukan rapat tetapi tidak mengambil keputusan.

Komentar Hasto itu kemudian direspon oleh Wasekjen Partai Demokrat Jansen Sitindaon. Dia mengatakan Presiden Jokowi bisa membangun Indonesia juga karena warisan yang ditinggalkan SBY. Menurutnya SBY banyak meninggalkan program dan perpres yang sudah disusun sedemikian rupa sehinga Jokowi tinggal meneruskan saja.

Tag : politik, demokrat, pdip, hasto kristiyanto, jusuf kalla, sby, jokowi

Berita Terkait