Ilustrasi berat badan (Beritagar.id)

Gagal Diet? Berikut Ini Faktor-Faktor Tak Terduga Penyebab Berat Badan Naik

Dimas | Kesehatan | 30-03-2022

PARBOABOA – Memiliki tubuh yang ideal merupakan impian hampir seluruh orang di berbagai belahan dunia. Maka dari itu, berat badan dinilai menjadi tolak ukur dalam penentuan ideal atau tidaknya tubuh seseorang.

Rumus mempertahankan berat badan ideal sebetulnya sederhana saja. Seseorang hanya perlu menjaga pola makan sehat, memperbanyak aktivitas fisik, dan istirahat cukup.

Namun, pada pelaksaannya tak semudah teori yang disebutkan. Tak sedikit orang yang telah berupaya keras menjalakannya, tapi berat badan pun tak kunjung ideal atau terus saja naik.

Penyebab berat badan naik ternyata bisa datang dari hal-hal yang tidak terduga. Mulai dari sesuatu yang di konsumsi seseorang hingga pola hidup.

Faktor Tak Terduga Penyebab Berat Badan Naik

1. Jus buah

Mengonsumsi jus buah atau smoothie bisa menyumbang banyak kalori lebih daripada yang diduga. Sebab, kandungan gula (fruktosa) yang ada di dalamnya memicu lonjakan gula darah dan menurun sangat cepat.

 Kondisi tersebut menyebabkan tingkat insulin yang fluktuatif dan membuat seseorang merasa membutuhkan lebih banyak gula setelahnya. Fruktosa, yang biasa ditemukan dalam jus buah dan yogurt berasa, menstimulasi insulin dan mengatakan pada tubuh untuk mengubah kalori menjadi lemak.

Segelas jus buah juga ternyata menggunakan lebih banyak buah daripada yang biasa kita konsumsi, dengan semua gizi dan serat digerus habis. Jika ingin mendapatkan manfaat maksimal, lebih baik mengonsumsi buah secara langsung tanpa dijus.

2. Tidur dengan lampu menyala 

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di JAMA Internal Medicine, menemukan bahwa tidur dengan lampu atau televisi menyala bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan. Hal ini memungkinkan karena tanpa suasana gelap, seseorang akan lebih sulit tidur nyenyak.

Tidur nyenyak penting untuk memori dan pembelajaran keseluruhan, memperlancar aliran darah ke otot, meningkatkan sistem imun, regenerasi sel, serta memperbaiki dan menumbuhkan jaringan dan tulang.

Tanpa tidur nyenyak, seseorang mungkin akan merasa lebih lelah dan cenderung mengonsumsi makanan berkalori tinggi pada saat sarapan untuk menggantikan energi yang hilang. Kondisi tersebut akan meningkatkan kemungkinan kenaikan berat badan.

3. Kelelahan

Kurang tidur juga bisa menjadi faktor penyumbang kenaikan berat badan. Bagi sebagian orang, tidur menekan leptin atau hormon lapar yang mengatur nafsu makan dan metabolisme.

Sehingga, ketika kita terjaga hingga larut malam, kita akan cenderung membutuhkan makanan lebih.

 Bagi sebagian orang lainnya, kurang tidur membuat tubuh menginginkan makanan tinggi lemak dan karbohidrat. Sebab, pada waktu tersebut pilihan makanan kita cenderung tidak akan bijak.

Pada saat yang sama, tubuh cenderung tidak aktif di malam hari. Sehingga, semua kalori yang kita konsumsi akan disimpan sebagai lemak alih-alih dibakar melalui aktivitas fisik.

Hormon lapar pada hari berikutnya juga akan kacau jika tidur kita terganggu. Kondisi ini membuat kita lebih rentan mengkonsumsi makanan-makanan tidak sehat pada waktu sarapan.

4. Stres

Stres hampir selalu tak terhindarkan di zaman sekarang ini. Namun, stres kronis benar-benar bisa berdampak buruk pada tubuh dan berkontribusi terhadap peradangan.

Hasilnya, berat badan akan naik. Stres menstimulasi produksi kortisol atau hormon stres yang meningkatkan kadar insulin.

Kondisi ini menyebabkan gula darah menurun dan tubuh akan membutuhkan makanan tinggi lemak atau gula yang tinggi kalori. Itulah mengapa seseorang cenderung menginginkan makanan-makanan yang menenangkan ketika stres.

Makanan dinilai bisa menjadi pelipur lara ketika stres, karena otak melepaskan zat-zat kimia yang merespons makanan-makanan secara langsung yang memicu efek menenangkan.

5. Karbohidrat

Saat menyantap makanan dengan karbohidrat tinggi, energi yang tidak segera digunakan akan disimpan sebagai glikogen dalam otot. Setiap gram glikogen mengandung tiga gram air.

Itulah sebabnya ketika seseorang menjalani diet rendah karbohidrat, ia akan kehilangan banyak berat air dalam minggu-minggu pertama. Penurunan berat badan itu lebih dikarenakan air yang terbuang, bukan lemak.

Itulah faktor-faktor tak terduga penyebab berat badan naik atau tidak ideal.

Tag : #diet    #berat badan    #kesehatan    #tubuh ideal    #stres   

Baca Juga