Gap Year (Dok. Parboaboa)

Apa Itu Gap Year? Berikut Penjelasannya Lengkap dengan Alasan Memilih

Juni | Pendidikan | 13-08-2022

PARBOABOA – Bagi siswa yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di bangku SMA tentu sering dihujani beberapa pertanyaan seperti “kamu kuliah dimana?” atau “masuk jurusan apa?”

Bagi sebagian orang, pertanyaan itu bisa berujung pada perasaan sedih dan kecewa karena gagal masuk ke perguruan tinggi impiannya. Bahkan, tak sedikit yang memilih untuk menyendiri karena malu bertemu dengan teman yang berhasil lolos di SNMPTN, UTBK, Sekolah Kedinasan, atau Ujian Mandiri.

Namun tenang saja, kegagalan bukan akhir dari segalanya. Salah satu cara untuk menerima kegagalan itu adalah dengan gap year. Meskipun sebenarnya, di Indonesia gap year masih sering dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai hal yang memalukan.

Lalu, apa sebenarnya gap year itu? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini yuk!

Apa Itu Gap Year?

Dalam bahasa Indonesia, gap year diartikan sebagai tahun jeda. Dengan kata lain, gap year adalah sebuah periode yang diambil seseorang saat memutuskan untuk istrirahat sejenak dari proses pendidikan formalnya.

Istilah gap year pertama kali dimulai di tradisi Jerman sebelum Perang Dunia Pertama. Saat itu, para pemuda Jerman memilih untuk beristirahat dari sekolah dan berkeliling Eropa untuk mencari jati diri serta mendewasakan diri.

Kita mengetahui bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, kita tidak boleh gegabah dalam menentukan pilihan untuk melanjutkan pendidikan karena akan sangat berpengaruh pada masa depan.

Gap year bisa menjadi keputusan yang baik atau buruk tergantung dari individu yang menjalaninya. Ibarat pisau bermata dua, jika salah dalam menjalankannya hanya akan membuat waktu terbuang sia-sia begitu saja.

Mengapa Memilih Gap Year?

Sebenarnya ada banyak alasan mengapa pelajar memutuskan untuk gap year. Berikut ini dijelaskan beberapa alasan memilih gap year, antara lain:

1. Belum Menggapai Kampus dan Jurusan Impian

Banyak pelajar memutuskan untuk menunda perkuliahan karena belum berhasil masuk ke universitas dan program studi yang diinginkan. Mereka lebih untuk mempersiapkan diri lebih matang di UTBK atau Ujian Mandiri di tahun berikutnya.

Tipe siswa seperti ini biasanya akan sangat bersungguh-sungguh untuk berkuliah di jurusan dan kampus tertentu, sehingga tak mau mengambil alternatif lain.

2. Finansial keluarga Belum Stabil

Alasan selanjutnya adalah karena kondisi keuangan yang tidak mendukung. Terlebih lagi jika kamu ingin kuliah di jurusan yang memerlukan banyak biaya, seperti Jurusan Kedokteran.

Program studi ini tak hanya mewajibkan mahasiswanya membayar UKT, tapi juga harus menyiapkan dana yang tak sedikit untuk ujian praktek, membeli buku, dan alat-alat penunjang lainnya. Hal-hal seperti itu biasanya tidak ditanggung oleh beasiswa.

3. Memilih Sekolah di Luar Negeri

Untuk bisa melanjutkan studi ke luar negeri, tentunya tak bisa langsung masuk begitu saja. Kamu harus mempersiapkannya dari jauh-jauh hari, terlebih jika kampus impianmu ada di Eropa yang tentunya tak bisa asal masuk.

Masa gap year biasanya akan dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan bahasa asing. Dengan demikian, saat mendaftar mereka telah siap untuk menghadapinya.

4. Menyiapkan Mental

Alasan ini memang terkesan sepele, namun tak bisa dipungkiri banyak siswa yang merasa jenuh akibat terlalu banyak belajar. Oleh karena itu, mereka memilih gap year untuk beristrahat sejenak sambil mengeksplor hal-hal baru.

Demikianlah penjelasan tentang apa itu gap year dan alasan untuk memilihnya. Memilih untuk beristirahat sejenak bukan satu pilihan yang salah kok, justru kamu akan punya kesempatan untuk memperoleh pengalaman baru loh.

Tag : #gap year    #sekolah    #pendidikan    #siswa    #mahasiswa    #universitas   

Baca Juga