Sambut Hari Vegan Sedunia, Bagaiman Gaya Hidup Veganisme?

Sambut Hari Vegan Sedunia, Bagaiman Gaya Hidup Veganisme?

Sondang | Kesehatan | 01-11-2021

PARBOABOA, Siantar – Awal November, Senin (1/11) dinobatkan sebagai Hari Vegan Sedunia. Berbeda dengan vegetarian, veganisme adalah sebuah gaya hidup yang menarapkan serta memperaktikan gerakan hidup bebas dari eksploitasi hewan.

Istilah “vegan” sendiri diciptakan pada tahun 1944 oleh sekelompok kecil vegetarian yang memisahkan diri dari Perkumpulan Vegetarian Leicester di Inggris untuk membentuk sebuah kelompok dengan gaya hidup Veganisme.

Selain menghindari daging seperti yang dilakukan vegetarian, kaum Vegan juga memilih untuk tidak mengonsumsi susu, telur, atau produk hewani lainnya, Istilah “vegan” dipilih dengan menggabungkan huruf pertama dan terakhir dari “vegetarian”.

Alasan orang memutuskan untuk memilih gaya hidup vegan:

1. Meningkatkan kesehatan

Alasan yang pertama adalah meningkatkan kesehatan. Konsumsi buah dan sayuran yang cukup bisa memberi serat, vitamin, dan mineral pada tubuh, termasuk kalsium, kalium, dan vitamin C yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

2. Bagus untuk Diet

Hasil penelitian pada 2015 memperlihatkan, diet dengan pola makan vegan dapat membantu mengurangi berat badan berlebih. Mengkonsumsi banyak sayuran dinilai efektif mengurangi berat badan lebih banyak ketimbang berhenti mengkonsumsi daging. Hilangnya banyak lemak ini juga terbukti membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan beberapa tipe kanker.

3. Aman untuk segala usia

British Dietetic Association dan American Academy of Nutrition and Dietetics mengatakan, veganisme cocok untuk setiap umur dan tahap kehidupan. Seorang vegan harus komitmen dengan program diet sehatnya.

Untuk bayi, pola makan vegan memang  berisiko. Namun, untuk orang dewasa, mereka akan mendapatkan manfaat kesehatan dari gaya hidup vegan, mulai dari menurunkan tekanan darah hingga kolesterol.

4. Keinginan hidup lama

Sejumlah studi telah membuktikan, pola makan nabati dapat membantu mengurangi risiko penyakit berbahaya, seperti diabetes dan obesitas. Salah satu penelitian menunjukkan, pola makan vegan dapat memotong 8,1 juta kematian per tahun.

5. Bantu selamatkan lingkungan

Pertanian telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK). Satu kilogram daging sapi dapat menghasilkan 27 kilogram karbon dioksida (CO2). Sebuah studi yang terbit pada 2016 lalu menyarankan pola makan vegan dapat membantu mengurangi emisi terkait makanan secara global hingga 70 persen.

6. Aroma tubuh lebih wangi

Ada satu riset di mana para penelitinya menemukan bahwa orang yang konsumsi makanan tanpa daging, serta lebih memilih buah dan sayuran, memiliki keringat yang lebih menarik dibanding mereka yang makan daging. Beberapa vegan disebut memiliki aroma tubuh yang sedap dan wangi, seperti bunga, buah, atau manis.

7. Promosikan gaya hidup "hijau"

Seorang vegan dapat membantu mengurangi jejak karbon dengan mengurangi kebutuhan akan produk hewani. Ini memiliki efek yang sama seperti daur ulang sampah rumah tangga dan bersepeda untuk bekerja.

Tag : kesehatan, hari vegan sedunia, veganisme

Berita Terkait