Rilis Polrestabes Palembang kasus pengeroyokan mahasiswa Polsri.

Gegara Tatap Mata, Mahasiswa Polrsi Dikeroyok 15 Orang Senior dan Alumni

Maraden | Daerah | 02-11-2021

PARBOABOA, Palembang – Empat pelaku pengeroyokan terhadap mahasiswa di Palembang diamankan polisi. Keempat pelaku menganiaya mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya berinisial ART (20) di kampusnya hanya karena saling tatapan mata.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, saat dimintai konfirmasi mengatakan kejadian korban dikeroyok itu berawal adanya saling pandang antara korban dan pelaku. Saat itu, kata Tri, pelaku bernama Amar sedang mengambil masker di mobil, saat itulah pelaku dan korban saling bertatapan yang membuat keduanya saling tersinggung.

Pelaku Amar mengaku dirinya diserang terlebih dahulu oleh korban. Setelah itu, berdasarkan pengakuan Amar, dia dan temannya lari lalu mengadu kepada teman mereka bernama Aji. Kemudian bersama Aji mereka mendatangi korban dan melakukan pengeroyokan.

“Terduga pelaku pengeroyokan dalam kasus ini berjumlah 15 orang. Empat orang pelaku sudah ditangkap. Satu diantaranya diduga provokator pengeroyokan yaitu Aji”, ujar Kompol Tri, Senin (1/11/2021).

Tri mengatakan pihaknya bekerjasama dengan pihak kampus dalam melakukan penagakapan. Keempat terduga pelaku ditangkap tangkap perlawanan di kediaman masing-masing. Keempat orang itu kemudian dibawa ke Polrestabes Palembang untuk diperiksa.

“Sebelas pelaku lagi masih diburu. Kita harapkan untuk ke-11 pelaku lainnya menyerahkan diri dan kami masih mendalami kasus ini," pungkas Kompol Tri.

Sebelumnya, viral di media sosial video pengeroyokan sesama mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) di Palembang. Korban merupakan mahasiswa semester V berinisial ART (20). Dia diduga dikeroyok belasan orang saat berada di kampusnya, Sabtu (30/10) sore. Salah satu pelaku yang merupakan provokator adalah alumni Politeknik Negeri Sriwijaya.

Sementara itu terpisah, Humas Politeknik Negeri Sriwijaya, Edi Aswan, membenarkan adanya insiden pengeroyokan yang melibatkan mahasiswa dan alumni di institusinya.

"Iya benar, korban ini mahasiswa semester 5, kejadian pengeroyokan itu terjadi saat korban tengah berada di kampusnya. Korban mengalami luka dan memar di beberapa bagian tubuhnya dan di rawat jalan. Kita antar juga melakukan visum," jelasnya.

Edi mengatakan pihaknya masih mendalami apa motif pelaku utama penganiayaan yang merupakan alumni itu mendatangi kampus. Pihaknya berjanji akan memberikan sanksi akademik apabila ditemukan memang ada mahasiswa yang terlibat tindak pidana.

"Kami belum tahu motifnya apa dan kenapa alumni datang ke kampus. Kalau benar ada mahasiswa kita yang terlibat pidana, kami akan menindak sesuai peraturan akademik. Sanksi terendah yang diberikan berupa teguran dan sanksi terberat bisa berupa pemberhentian sebagai mahasiswa Polsri," jelasnya.

Tag : daerah, palembang, polsri, mahasiwa polrsi, mahasiswa dikeroyok, penganiayaan

Berita Terkait