Pengendara sepedamotor di New Delhi, India, menutupi kepala mereka dengan kain guna terhindar dari sengatan matahari yang sangat terik. NDTV

Gelombang Panas Melanda India dan Pakistan, Suhu Mencapai 45 Derajat

Dion | Internasional | 29-04-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Gelombang panas ekstrem yang berbahaya melanda Pakistan dan India sehingga berdampak kepada jutaan orang. 

Dilansir BBC, Jumat (29/4/2022), Departemen Meteorologi India (IMD) telah mengeluarkan peringatan datangnya gelombang panas yang buruk. 

"Suhu akan meningkat dengan cepat di negara ini, lebih tinggi dari biasanya," ujar Perdana Menteri India Narendra Modi. 

IMD meramalkan peningkatan bertahap suhu maksimum antara 2-5 derajat Celcius di wilayah barat laut dan tengah pada pekan ini. 

Gelombang panas memang kerap melanda India, terutama di Bulan Mei dan Juni. Musim panas tiba lebih cepat tahun ini. Suhu telah meningkat sejak Maret, yang mencatatkan rekor tertinggi dalam 122 tahun terakhir. 

Pada Kamis, tempat pembuangan sampah di New Delhi terbakar ketika suhu mencapai 45 derajat Celsius. Tak hanya itu, gelombang panas tersebut berpotensi membuat warga kekurangan listrik dan air.

Gelombang panas telah menewaskan lebih dari 6.500 orang di India sejak 2010, dan para ilmuwan mengatakan perubahan iklim membuatnya kian panas dan makin sering terjadi di Asia Selatan.

"Ini pertama kalinya saya melihat cuaca yang begitu buruk di April. Biasanya, kami siap untuk ini pada Mei dan seterusnya," kata Somya Mehra (30), seorang ibu rumah tangga di Delhi, dikutip dari Guardian, Jumat (29/4).

Ia menyebut hanya keluar rumah untuk merayakan hari jadi pernikahannya, jika tidak, ia mengaku enggan keluar rumah.

Panas ekstrem membuat negara bagian Rajasthan, Gujarat, dan Andhra Pradesh di India memberlakukan pemadaman listrik di pabrik-pabrik. Kebijakan itu diambil karena konsumsi AC dan kipas angin meroket.

Pembangkit listrik juga menghadapi kekurangan batu bara, sumber utama listrik di negara berpenduduk 1,4 miliar orang itu.

Banyak daerah juga melaporkan risiko penurunan pasokan air yang memburuk sampai musim hujan tahunan pada Juni dan Juli mendatang.

Kekurangan air akan sangat memukul para petani, termasuk mereka yang menanam gandum karena India bertujuan untuk meningkatkan ekspor guna membantu mengurangi kekurangan global akibat perang di Ukraina.

Kondisi gelombang panas yang parah diperkirakan terjadi di Rajasthan barat pada 1 Mei-2 Mei.

Sementara itu, Badan Meteorologi Pakistan memeringatkan suhu bisa naik 8 derajat Celcius di beberapa bagian Pakistan, dengan puncaknya 48 celcius di beberapa bagian pedesaan Sindh pada.

Petani harus menggunakan air dengan hemat, padahal sekitar 40 persen tenaga kerjanya bekerja di sektor pertanian.

"Kesehatan masyarakat dan pertanian di negara ini akan menghadapi ancaman serius karena suhu ekstrem tahun ini," kata Menteri Perubahan Iklim Sherry Rehman.

Bulan lalu merupakan Maret terpanas yang tercatat sejak 1961. Bersamaan dengan Ramadhan, panas membuat puasa di India dan Pakistan menjadi lebih sulit bagi umat Islam.

"Suhu meningkat dengan cepat di negara ini, dan meningkat jauh lebih awal dari biasanya," kata Perdana Menteri India Narendra Modi.

Tag : #gelombang panas    #india    #internasional    #pakistan    #imd    #new delhi    #rajasthan    #gujarat    #andhra pradesh   

Baca Juga