Pelaku Teror Veronica Koman Gunakan Jaket Ojol, Grab Indonesia Buka Suara

Pelaku Teror Veronica Koman Gunakan Jaket Ojol, Grab Indonesia Buka Suara

Sondang | Politik | 09-11-2021

PARBOABOA, Jakarta – Tengah beredar sebuah foto memperlihatkan dua orang diduga pelaku teror yang melempar benda hingga menimbulkan ledakan di rumah orang tua Veronica Koman. Foto itu diduga merupakan tangkapan rekaman CCTV.

Kedua orang tersebut tampak mengendarai sepeda motor secara berboncengan. Dalam foto yang beredar, salah satu terduga pelaku nampak menggunakan jaket ojek online. Sedangkan terduga pelaku lainnya tampak mengenakan jaket hitam.

Terkait foto yang beredar itu, pengacara Veronica, Michael Himan membenarkannya. Ia menyebut bahwa dua orang dalam foto itu adalah terduga pelaku teror.

"Benar. Kalau soal itu saya bisa sebutkan memang benar kedua orang itu yang melakukan pelemparan diduga bom," kata Michael saat dihubungi, Selasa (9/11).

Menurutnya, benda yang dilemparkan itu adalah sejenis bom bukan petasan sebagaimana keterangan dari kepolisian. Keyakinan Hilman diperkuat dengan hal-hal yang ditemukan di lapangan.

"Jadi gini logikanya. Petasan itu kalau dibungkus terus dibuang tanpa dibakar itu enggak mungkin," ujarnya.

Hilman menerangkan, salah satunya adalah keterangan dari warga setempat. Pengakuannya mereka, ledakan terdengar sampai radius 35 meter dari rumah orang tua Veronica Koman.

"Saya pikir ini ada semacam bom tetapi diduga ya, semacam bom tapi bukan dengan daya ledak yang besar. Seperti itu. Ini kecil tapi bunyinya itu kencang. Sampai saya mengecek ke lokasi dan menanyakan kepada warga itu sampai 350 meter," jelasnya.

Melihat hal itu, Grab Indonesia buka suara. Public Relation Grab Indonesia Dewi Nuraini membantah jika mitranya terlibat dalam aksi teror pelemparan benda diduga peledak di depan rumah orang tua aktivis Veronica Koman. Pihaknya mengaku telah melakukan penelusuran terkait terduga pelaku yang menggunakan jaket ojol itu.

"Grab Indonesia juga sudah melakukan penelusuran nomor polisi kendaraan beroda dua yang sempat tertangkap di CCTV dan nomor tersebut tidak terdaftar dalam database mitra pengemudi kami," tutur Dewi.

Kendati demikian, pihaknya tetap berkoordinasi dengan polisi dan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan.

"Kami terus memonitor perkembangan dan siap berkoordinasi dengan pihak Kepolisian serta pihak terkait lainnya," ujarnya.

Pada Minggu (7/11) kemarin sebuah benda meledak di rumah orang tua Veronica sekitar pukul 10.45 WIB. Diduga ledakan ini merupakan teror dari orang tak dikenal.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono sebelumnya menyampaikan bahwa pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor.

"Kalau dari pengamatan CCTV kita lihat memang dua orang menggunakan sepeda motor," kata Joko kepada wartawan, Senin (8/11).

Tag : #veronica koman    #grab indonesia    #teror bom    #konflik papua    #pegiat ham   

Baca Juga