Harga TBS Sawit Di Palas Merosot (dok. Pixabay)

Harga TBS Sawit Di Palas Merosot: Tertinggi Rp 1.800/kg, Terendah Rp 1.300/kg

Madika | Daerah | 20-06-2022

PARBOABOA, Padang Lawas-  Seminggu belakangan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ditingkat petani pada sejumlah desa di wilayah Kabupaten Padang Lawas (Palas) terus mengalami penurunan.

Berdasarkan informasi dari masyarakat petani di lima desa dan lima kecamatan, Kabupaten Palas, yakni Desa Pagaran Jalu-jalu Kecamatan Lubuk Barumun, Desa Mondang Kecamatan Sosa, Desa Janji Matogu Kecamatan Barumun Tengah, Desa Siundol Jae Kecamatan Sosopan, dan Desa Janjilobi Kecamatan Barumun, harga tertinggi TBS Kelapa Sawit saat ini hanya Rp 1.800 per kilogram.

Kondisi harga tertinggi tersebut terjadi di Desa Pagaran Jalu-jalu dan Desa Mondang. 

"Mulai dari dari Sabtu hingga sekarang harga TBS sawit Rp 1.800 per kilogram. Untuk hasil panen sepertinya  menurun ini,” ujar Safaruddin Warga Desa Pagaran Jalu-jalu dan Dasril Daulay, Warga Desa Mondang, Minggu  (19/06/22) .

Sementara itu, Hermansyah Hasibuan warga Desa Siundol Jae Kecamatan Sosopan mengatakan, harga TBS kelapa sawit di desanya saat ini sekitar Rp 1.650 per kilogram. Menurun dari harga sebelumnya sekitar dua minggu lalu sekira Rp 2.050 per kilogram.

Kemudian, Wahyu seorang petani di Desa Janjilobi Kecamatan Barumun mengatakan, harga TBS kelapa sawit di desanya saat ini Rp 1.780 per kilogram. Kondisi harga ini menurun dari harga tiga hari lalu sekitar Rp 1.800 kilogram.

"Sebagian besar hasil panen (TBS kelapa sawit) masyarakat petani juga menurun bang saat ini,” ujarnya.

Amirusin Daulay selaku pemerhati pertumbuhan ekonomi masyarakat petani Palas menyebutkan, untuk harga TBS kelapa sawit terendah saat ini, terjadi di Desa Janji Matogu Kecamatan Barumun Tengah, dengan harga kisaran Rp 1.300 per kilogram.

Di mana, harga tersebut menurun dari harga seminggu lalu, sekitar Rp 1.700 per kilogram.

Amirusin menambahkan, berdasarkan amatannya di beberapa desa setempat, untuk kondisi harga yang menurun ini mungkin disebabkan akibat kondisi jarak tempuh dari desa ke lokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS).

"Kondisi harga terendah ini dimungkinkan juga akibat kondisi jarak tempuh dari desa ke lokasi PKS (Pabrik Kelapa Sawit) tempat pejulan TBS kelapa sawit kami masyarakat petani desa,begitu juga dengan desa lainnya," ujarnya.

Amirusin juga berharap, agar  harga TBS kelapa sawit dapat segera naik dan normal kembali di Palas termasuk harga ditingkat petani.

Menurutnya, jika harga sawit kembali normal, maka petani di Palas termasuk di lima desa dan lima kecamatan itu kedepannya, dapat berpenghasilan setera dengan masyarakat atau petani lainnya.

Tidak hanya itu, para petani dapat kembali melakukan perawatan kebun kelapa sawit masing-masing. Karena diyakininya penurunan hasil panen TBS saat ini, sebagian besar disebabkan karena para petani kurang melakukan perawatan tanaman kelapa sawit masing-masing akibat kondisi harga saat ini. 

"Semoga kondisi harga TBS sawit ini dapat secepatnya membaik, agar masyarakat petani bergairah dan bisa merawat kebun kelapa sawit masing-masing kedepan,” pungkasnya.

Tag : #kelapa sawit    #harga tbs    #daerah    #padang lawas    #berita sumut   

Baca Juga