Ketua Umum IAI Georgius Budi Yulianto nota kesepahaman Perguruan Tinggi Arsitektur dalam Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) dengan UNS.

Ikatan Arsitek Indonesia Beri Pendidikan Profesi Arsitek untuk mahasiswa UNS

Maraden | Pendidikan | 11-12-2021

PARBOABOA, Jakarta – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) menggandeng sejumlah universitas untuk menyediakan dosen pengajar, tamu, dan reviewer untuk berbagai ujian terkait keprofesian arsitek.

Universitas yang menjadi mitra kerja IAI sementara ini adalah Universitas Sebelas Maret (UNS) dan juga Unika Soegijapranata.

Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman Perguruan Tinggi Arsitektur dalam Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) tersebut, Senin (6/12/2021).

Kerjasama tersebut dibuat untuk menjawab tantangan dunia arsitektur di tingkat regional yang salahsatunya ditandai dengan diberlakukannya Pasar Bebas ASEAN Tahun 2015 melalui Mutual Recognition Arrangement (MRA) for Architectural Services.

Ketua Badan Media, Publikasi, dan Kemitraan IAI Theresia Asri W Purnomo mengatakan, pendidikan tinggi arsitektur saat ini mengalami perubahan. Maka atas dasar prinsip kesetaraan mutu serta kesepahaman tentang kualifikasi dari berbagai bidang pekerjaan dan profesi era global tersebut, maka Indonesia perlu mengikuti standar kualifikasi internasional.

"Sehingga, menuntut model pembelajaran lebih dinamis, multi-disiplin, dan fokus dalam menghasilkan lulusan yang memenuhi standar kompetensi nasional, regional dan internasional," tutur Theresia dalam siaran persnya yagn dikuti , Sabtu (11/12/2021).

IAI telah menjadi organisasi profesi arsitek sedunia yang juga anggota The Union Internationale des Architectes (UIA). Organisasi arsitektur dunia itu  merekomendasikan calon arsitek harus mengikuti pendidikan minimal selama 5 tahun di Perguruan Tinggi Arsitektur. Kemudian disusul dengan mengikuti proses magang sekurang-kurangnya 2 tahun sebelum diperbolehkan melakukan praktrik profesional sebagai seorang arsitek.

Menjawab tantangan itu, IAI merespon dengan tuntutan tersebut yang juga dengan merekognisi model 4 tahun +1 yang merupakan perwujudan pendidikan sarjana 4 tahun, ditambah program pendidikan profesi arsitek selama 1 tahun.

Sejauh ini, IAI telah memiliki nota kesepahaman Program Pendidikan Profesi Arsitek dengan 31 perguruan tinggi arsitektur di Indonesia. Delapan di antaranya telah aktif menjalankan Program Pendidikan Profesi Arsitek, yaitu Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kemudian, Universitas Kristen Petra, Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Kristen Duta Wacana.

Tag : #arsitek    #pendidikan    #pendidikan arsitek    #ilmu arsitek    #ikatan arsitek indonesia    #universitas sebelas maret    #uns   

Baca Juga