Jepang di landa gelombang panas mematikan. Suhu tercatat hingga 47 derajat Celcius.

Jepang Dihantam Gelombang Panas hingga 47 Derajat Celcius

Dion | Internasional | 04-07-2022

PARBOABOA, Tokyo - Jepang dalam beberapa hari terakhir dilanda gelombang panas dengan suhu hingga 47 derajat Celsius. Warga disebut dapat meninggal dunia jika tak memiliki pendingin ruangan. 

Dilansir BBC, Senin (4/7/2022), di Kota Isezaki pada Minggu suhu mencapai 42 derajat Celsius dan sehari sebelumnya tercatat 47 derajat Celsius. 

"Suhunya bahkan sempat mencapai 47 derajat Celsius kemarin sore," kata Masaya Maruyama, seorang tukang pipa kepada BBC. 

"Ini menakutkan, saya belum pernah mengalami seperti ini sebelumnya," ketika ditanya bagaimana ia akan bekerja di tengah teriknya matahari dan suhu tinggi. 

Bagi banyak orang di Jepang, panas selama beberapa hari terakhir terasa aneh dan agak menakutkan. Padahal, saat ini seharusnya sudah mulai memasuki musim penghujan. 

Akan tetapi, di seluruh Jepang langit selalu cerah dan suhu tertahan di angka 30-an derajat Celsius dan sudah dua kali menembus 40 derajat Celsius pada pekan ini.

Parahnya lagi, itu hanyalah suhu yang resmi terpantau. Jika beraktivitas di luar ruangan, suhu dipastikan terasa jauh lebih panas.

Menurut pakar meteorologi Sayaka Mori, meski musim panas baru dimulai, tapi 263 wilayah di seantero Jepang telah mencatatkan rekor suhu dalam enam hari terakhir. 

Suhu di ibu kota Jepang, Tokyo, pada Kamis pekan lalu menyentuh 36,4 derajat Celcius. Itu merupakan suhu tertinggi yang pernah tercatat di kota itu sejak tahun 1875.

Tudak hanya itu, 'Negeri Matahari Terbit' juga tengah kewalahan menjaga kestabilan listrik agar lampu dan pendingin ruangan (AC) tetap menyala. 

Pada Selasa (28/6), permintaan listrik mencapai puncaknya pada sore hari sehingga membuat pasokan listrik berada di angka 97% dari kapasitas. Itu artinya sudah mendekati pemadaman listrik.

Pemerintah Jepang telah mengimbau agar masyarakat memadamkan lampu serta peralatan listrik sebanyak mungkin. Tetapi di saat yang bersamaan, ada juga peringatan supaya warga tidak mematikan AC.

Peringatan itu dikeluarkan mengingat kejadian mematikan pada 2018 lalu ketika Jepang terakhir kali dilanda gelombang panas. 

Saat itu puluhan orang meninggal dunia, kebanyakan Lansia, dan lebih dari 22.000 orang dilarikan ke rumah sakit karena serangan panas. 

Guna mencegah terulangnya hal itu, sejumlah pemerintah daerah membuka pusat-pusat "pendinginan", di mana para Lansia dapat berlindung.

Tag : #jepang    #gelombang panas    #internasional    #isezaki    #tokyo    #   

Baca Juga