Presiden Joko Widodo.

Jokowi Sedih Indonesia yang Semakin Dipandang Negara Lain, tetapi Dikerdilkan di Negara Sendiri

Maraden | Nasional | 11-11-2021

PARBOABOA, Jakarta – Presiden Joko Widodo merasa sedih melihat fenomena masyarakat Indonesia yang kerap mengkerdilkan bangsa sendiri. Dia mengungkap bahwa sebenarnya posisi negara Indonesia di mata dunia saat ini semakin dihargai. Namun, pada saat bersamaan, Indonesia justru kerap kali dikerdilkan oleh rakyatnya sendiri.

Jokowi mengungkapkan kesedihannya itu saat menghadiri HUT ke-10 Partai Nasdem di Gedung Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

“Sering saya merasa sedih, saat ini posisi kita semakin dihargai dan dihormati. Posisi kita juga semakin dipandang oleh negara lain. Tetapi sering di negara sendiri malah dikerdilkan,” ungkap Jokowi. Kamis (11/11/2021).

Presiden Jokowi menyoroti sifat masyarakat Indonesia yang masih suka merasa lebih rendah di hadapan bangsa lain. Bahkan mengerdilkan dirinya  sendiri. Menurut dia, hal itu berbanding terbalik dengan pandangan internasional yang kerap memuji Indonesia.

Fenomena itu menurut Jokowi karena masih adanya mental inferior yang membungkus bangsa Indonesia sehingga sering merendah di hadapan bangsa lain. Mental inferior itu, menurut dia, disebabkan pengalaman bangsa Indonesia yang terjajah lebih dari 300 tahun. Jokowi juga berharap mental itu harus sudah hilang seiring kemerdekaan yang berhasil diraih saat ini dan terus dipertahankan.

"Mental inlander, mental terjajah, ini masih ada yang masih bercokol di dalam mentalitas bangsa kita. Ketemu bule saja kayak ketemu siapa gitu, menyedihkan rakyat kita ini," tutur Jokowi.

Presiden lalau bercerita dalam suatu kunjungan kerjanya ke Italia, Skotlandia, dan Uni Emirat Arab (UEA) beberapa waktu lalu. Di negara luar, Jokowi mengaku banyak pihak yang ingin menjalin kerja sama bilateral dengan RI. Hal itu, kata dia, menandakan bahwa bangsa Indonesia semakin dihargai oleh negara-negara lain.

Jokowi juga mengatakan, saat ia menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di sejumlah negara, banyak pemimpin negara besar yang mendatanginya.

“Banyak sekali petinggi negara luar yang secara mendadak, baik waktu saya berdiri maupun saya duduk datang kepada saya, dan itu adalah dari negara-negara gede, negara-negara besar, kepala negara yang datang. Ini ada apa? Perbedaan itu yang saya rasakan,” ucap Jokowi.

Jokowi kemudian mengungkapkan dakta bahwa posisi Indonesia di mata dunia juga semakin dihargai telebih setelah RI resmi menjadi Presidensi atau keketuaan G20. Adapun KTT G20 akan digelar di Bali dan beberapa kota lainnya di Tanah Air pada November-Desember 2020.

Indonesia tercatat menjadi negara berkembang pertama yang mendapat kepercayaan sebagai Presidensi G20. Selain itu, Indonesia juga akan menjadi ketua Persekutuan negara-nega Asia Tenggara (ASEAN) pada bulan Oktober-November tahun depan.

Dengan posisi RI saat ini, Jokowi mengungkapkan harapannya kepada seluruh warga negara yang seharusnya mampu menghormati negaranya sendiri. Kata Jokowi, posisi strategis seperti ini harus dapat dimamfaatkan sebaik-baiknya oleh rakyat Indonesia. Karena pada saat ini Negara Indonesia sudah betul-betul dapat duduk setara dengan negara-negara maju.

“Seharusnya, setiap warga negara bangga dan berani mendongakkan kepala ketika berhadapan dengan negara lain. Saya juga ingin, kita semuanya ini juga dihormati, dihargai oleh warga negara lain di mana pun WNI kita berada,” kata Presiden.

Tag : #jokowi    #presiden    #joko widodo    #presiden ri    #presiden joko widodo    #asean    #ktt g20   

Baca Juga