Ritual mandi bersama di Sungai Gangga (Foto: Istimewa)

Jutaan Umat Hindu India Bakal Ritual di Sungai Gangga

Sondang | Internasional | 12-01-2022

PARBOABOA, Siantar – Sebanyak satu juta umat Hindu India diprediksi bakal berkumpul di tepi Sungai Gangga untuk melakukan ritual mandi suci tahunan pada Jumat dan sabtu pekan ini.

Upacara suci ini memang diadakan setiap tanggal 14 Januari. Para Peziarah dari tiap daerah akan datang ke desa Gangasagar untuk sekedar mandi bersama di pertemuan Sungai Gangga dan Teluk Benggala. Hal itu dipercaya dapat menghapus dosa-dosa mereka dan nenek moyang mereka.

Namun, ritual keagamaan yang bernama Gangasagar Mela itu berlangsung di tengah ancaman Covid-19 varian Omicron yang terus-menerus naik karena infeksi virus corona.

Kabarnya, sebanyak puluhan ribu peziarah telah tiba di sebuah pulau di negara bagian timur Bengal Barat untuk melaksanakan ritual mandi di Sungai Gangga. Sementara, daerah itu adalah pusat kasus Covid-19 terbanyak di India setelah negara bagian Maharashtra.

"Kerumunan dapat membengkak antara 800.000 hingga satu juta orang. Kami berusaha menerapkan semua protokol Covid-19," ujar Bankim Chandra Hazra, menteri utama Benggala Barat yang bertanggung jawab menyelenggarakan festival yang dikenal sebagai Gangasagar Mela.

"Kami juga telah mengatur percikan air suci dari drone sehingga tidak ada kerumunan, tetapi para sadhus (orang suci Hindu) bertekad untuk berenang. Kami tidak dapat mencegahnya," sambungnya.

Seorang dokter yang khawatir festival tersebut dapat menjadi momen penularan Covid-19 kemudian mengajukan permohonan ke Pengadilan Tinggi Calcutta.

Menanggapi permohonan itu, Pengadilan Tinggi Calcutta pun memutuskan pada Selasa bahwa semua peziarah harus melakukan tes Covid-19. Namun, tak begitu jelas berapa banyak peziarah yang akan dites atau apakah keputusan tersebut akan benar-benar dilaksanakan.

Dokter tersebut juga telah mengajukan banding ke pengadilan untuk membatalkan keputusan yang mengizinkan diadakannya festival tersebut tahun ini. Bhramar Mukherjee, profesor epidemiologi di University of Michigan, mengatakan perkumpulan tersebut bisa berisiko menjadi 'bencana' bagi masyarakat.

Sebelumnya, terdapat sebuah festival keagamaan besar serupa Gangasagar Mela bernama Kumbh Mela. Festival ini juga berlangsung di utara India pada tahun lalu. Upacara itu kemudian menjadi sumber penyebaran Covid-19 varian Delta dan gelombang virus corona baru di India.

Sementara itu, India melaporkan 168.063 kasus positif Covid-19 pada Selasa (11/1). Jumlah ini mengalami peningkatan sebanyak 20 kali lipat dalam kurun waktu satu bulan. Meskipun demikian, banyak peziarah yang tetap melakukan upacara tersebut.

Tag : #internasional    #india    #covid 19    #gangasagar mela    

Baca Juga