Dua jasad kakek dan cucunya di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara

Kakek dan Cucunya Tewas Terikat dan Leher Digorok di Minsel

Maraden | Daerah | 29-09-2021

PARBOABOA, Minahasa Selatan – Warga di Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan menemukan dua sosok mayat dalam kondisi mengenaskan disebuah rumah di Desa Tondei Dua, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Kedua mayat ditemukan di dalam kamar rumah milik keluarga Lumowa Kumayas dalam posisi terikat seutas tali di leher, dan satunya lagi dalam posisi telungkup dengan luka gorok di leher, Senin (27/9/2021).

Keduan mayat diidentifikasi Rentje Lumowa (Pria,74) dan Richaldo Piri (Wanita,14) keduanya merupakan keluarga sebagai kakek dan cucu. Rentje diketahui sehari-hari sebagai petani sedangkan Piri adalah seorang pelajar SMP.

Berdasarkan keterangan dari anak korban, Aldi Lumowa, sehari sebelum kejadian sekira pukul 01.00 Wita, dia melihat ayahnya Rentje Lumowa masuk ke kamar untuk tidur.

Pagi harinya sekira pukul 08.00, Aldi bangun dan menuju ke bagian dapur untuk minum kopi yang disediakan ibunya Heisye Kumajas.

Sat ingin membangunkan ayahnya yang masih ada di dalam kamar namun tidak ada sahutan.

Karena curiga, Aldi keluar rumah dan memanggil dari jendela kamar, tapi tak juga ada jawaban.

Aldi pun membuka jendela kamar dari luar rumah, dan melihat ayahnya meninggal dengan posisi tergantung, sedangkan ponakannya Richaldo juga meninggal dunia dengan leher hampir putus.

Melihat kondisi ayah dan ponakannya yang sudah meninggal, Aldi berteriak memanggil ibunya dan memberitahukan peristiwa yang baru dia lihat.

Mendapat info kejadian tersebut, petugas dari Polsek Motoling yang dipimpin langsung leh Kapolsek Iptu Tonny Simarmata bersama tim medis Puskesmas Motoling Barat dan Koramil Motoling langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengadakan olah TKP.

Di TKP mereka mengamankan sebilah pisau tifar (pisau untuk memotong batang nira), kemudian melakukan visum luar kedua mayat.

Dugaan sementara peristiwa tersebut sebagai kasus pembunuhan dan gantung diri, namun Polisi masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.

Namun hingga saat ini, penyebab kematian kakek dan cucu itu masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kapolsek Motoling, Iptu Simarmata, Selasa (28/09/2021) mengatakan Pihak kepolisian akan terus mendalami untuk mengetahui jelas motif kejadian dan penyebabnya. dan lainnya.

“Dari keterangan pihak keluarga, korban atas nama Rence memiliki riwayat sakit stroke ringan dan juga penyakit darah tinggi,” ujar Kapolsek, Selasa (28/9/2021).

Tag : #daerah    #pembunuhan    #minahasa selatan    #sulawesi utara    #kakek dan cucu tewas   

Baca Juga