Kapolres dan Jajaran Forkopimda Saat Menerima Aksi Para Demonstran (Foto: Parboaboa/Olivia)

Kapolres Siantar: Saya Akui Tidak Profesional

Olivia | Daerah | 08-09-2022

PARBOABOA, Pematang Siantar – Kepala Kepolisian Resor Pematang Siantar, AKBP Fernando, SH, SIK mengakui ketidak profesionalan timnya dalam menangani demonstran saat aksi unjuk rasa penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), Senin (05/09) lalu. Di mana seorang mahasiswa terluka dan dilarikan ke rumah sakit karena tembakan gas air mata.

“Kegiatan tadi (aksi) tertib saya ucapkan terima kasih. Pertama, berkaitan peristiwa yang terjadi pada hari Senin, saya selaku aparat Kepolisian terutama yang bertanggungjawab di wilayah Polres Pematang Siantar mengakui atas ketidakprofesionalan yang sudah kami lakukan atau kesalahan yang kami lakukan di mana ada tindakan represif yang sudah terjadi. Saya mengakui atas kesalahan yang sudah dilakukan,” ucapnya dihadapan para demonstran yang melakukan aksi jilid II, Kamis, (08/09).

Fernando selain menyampaikan kelalaian personilnya, dihadapan demonstran dia juga menyatakan permintaan maaf atas tindakan represif yang sudah terjadi. 

“Kemudian yang kedua, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada rekan-rekan mahasiswa, khususnya Cipayung Plus yang sudah menjadi korban dari kesalahan tindakan represif yang sudah dilakukan. Kami atas nama Kepolisian Negara Republik Indonesia mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidakprofesionalan kami dalam pengamanan unjuk rasa di hari Senin,” katanya.

Kapolres Siantar menyatakan, jika instansinya telah diperiksa Propam Polda Sumut atas kelalaian yang dibuat.

“Kemudian yang ketiga, bahwa saat ini Propam Polda sudah melakukan pemeriksaan terhadap kami dan proses sedang berjalan,” jelasnya.

“Kapolres secara terbuka mengajak para mahasiswa untuk ikut mengawal proses pemeriksaan yang dilakukan pihak Propam,” katanya lagi.

Adapun korban tindakan represif oknum aparat kepolisian Pematang Siantar, Tony Sahputra Simanjorang, Mahasiswa Nommensen Pematang Siantar yang terluka akibat tembakan gas air mata, secara resmi sudah melapor sebagai korban di Polres Pematang Siantar dengan nomor surat STPL/01/IX/2022/PROPAM, bertandatangan Kasipropam, Sri Surtiyati, tertanggal 05 September 2022 lalu.

Tag : #pematang siantar    #demo    #daerah    #kapolres pematang siantar    #propam    #berita sumut   

Baca Juga