Kasus cacar monyet di Eropa meningkat tiga kali lipat dalam dua pekan. AP

WHO: Kasus Cacar Monyet Meningkat 3 Kali Lipat di Eropa

Dion | Internasional | 02-07-2022

PARBOABOA, London - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eropa pada Jumat mengingatkan bahwa kasus cacar monyet telah bertambah tiga kali lipat di benua Eropa dalam dua pekan terakhir. 

Dilansir Associated Press, Sabtu (2/7/2022), Kepala WHO Eropa Dr Hans Kluge mendesak agar negara-negara di Benua Biru melakukan langkah-langkah lebih guna menangani penyakit langka ini agar tidak semakin meluas. 

Sementara itu, otoritas kesehatan Afrika mengatakan bahwa mereka melakukan langkah gawat darurat terkait semakin menyebarnya wabah cacar monyet di wilayahnya. 

Otoritas itu juga menyerukan agar negara-negara kaya mau berbagi persediaan vaksin, agar terhindar dari masalah kekurangan vaksin saat pandemi COVID-19 merebak. 

Kluge mengatakan, dibutuhkan usaha lebih untuk menangani wanah cacar monyet. Mengingat pada pekan lalu WHO belum juga merilis surat pemberitahuan gawat darurat kepada dunia terkait wabah ini. 

"Aksi terkoordinasi adalah penting jika kita ingin memenangi perlombaan kecepatan melawan penyebaran wabah ini," kata Kluge. 

Hingga berita ini diturunkan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Wabah Amerika Serikat (CDC), tercatat lebih dari 5.000 kasus cacar monyet dilaporkan di 51 negara. 

Kluge mengatakan jumlah infeksi di Eropa mewakili sekitar 90% total kasus global, dengan 31 negara di wilayah WHO Eropa mengidentifikasi kasus ini. 

Kluge mengatakan, data yang dilaporkan WHO menunjukkan 99% kasus menginfeksi laki-laki --mayoritas penderita adalah homoseksual. 

Namun, Kluge menambahkan, ada sejumlah kecil kasus di antara keluarga, termasuk anak-anak. Rata-rata gejala yang dilpaorkan itu berupa gatal-gatal, demam, kelelahan, nyeri otot, muntah-muntah, dan meriang. 

Para ilmuwan mengingatkan, siapa saja yang pernah melakukan kontak fisik dengan penderita cacar monyet atau menyentuh pakaian dan sprei yang digunakan penderita, maka mereka memiliki risiko besar untuk terinfeksi. 

Kelompok rentan, seperti anak-anak dan wanita hamil, disebut bakal lebih menderita jika terinfeksi wabah ini. 

Di Eropa tercatat sekitar 10% pasien dirawat di rumah sakit, dan seorang pasien dirawat di ruang ICU. Sejauh ini tidak ada laporan kematian akibat cacar monyet. 

Tag : #who    #cacar monyet    #internasional    #eropa    #afrika    #cdc   

Baca Juga