WHO menekankan bahwa Covid-19 masih tetap berstatus darurat global. AP

Darurat Global, Kasus Covid-19 Naik 30 Persen dalam 2 Pekan

Dion | Internasional | 13-07-2022

PARBOABOA, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa Covid-19 masih tetap berstatus darurat global. Kasus infeksi dunia dilaporkan melonjak dalam dua pekan terakhir. 

Dilansir AFP, Rabu (13/7/2022), setelah 2,5 tahun sejak pertamakali diumumkan, virus berbahaya ini juga terus mengalami evolusi, lapor Komite Darurat WHO. 

Lebih lanjut, besarnya tekanan pada layanan kesehatan di sejumlah negara mengindikasikan situasi Covid-19 yang masih darurat. 

Data WHO menunjukkan adanya peningkatan kasus sebesar 30 persen dalam dua pekan terakhir. 

Sementara di sisi lain, menurut Komite Darurat, meningkatnya herd immunity oleh vaksinasi berbuah pada menurunnya kasus rawat inap dan kematian. 

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menerima saran Komite Darurat agar status Covid-19 tetap darurat global.

WHO pertama kali menetapkan Covid-19 sebagai "Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional" pada 30 Januari 2020. 

Penerapan status itu berperan dalam mempercepat penelitian, pendanaan, serta langkah-langkah kesehatan masyarakat lainnya untuk mengatasi wabah.

Sementara itu pemerintah Indonesia memperketat kembali protokol kesehatan setelah masuknya varian Covid-19 BA4 dan BA5 ke RI. 

Meski sempat turun di bawah 2.000 kasus, penyebaran Covid-19 harian Indonesia bertambah lagi hingga tembus 3.000 kasus, tertinggi sejak 30 Maret 2022.

Sebelumnya, banyak pihak memprediksi puncak BA.4 dan BA.5 akan tercapai pertengahan hingga akhir Juli 2022. 

Pada periode tersebut, Covid-19 harian akan mencapai 18-20 ribu kasus, yakni 30-40 persen dari puncak sebelumnya.

Mengantisipasi prediksi tersebut, Presiden Joko Widodo bahkan telah memperketat kembali anjuran penggunaan masker. Setelah sebelumnya sempat dilonggarkan, kini masker harus digunakan lagi untuk beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, vaksinasi booster yang terbilang 'kurang peminat' dibanding dosis 1 dan 2, juga terus digalakkan. Bahkan muncul wacana, vaksinasi booster akan diwajibkan sebagai syarat untuk bepergian dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Tag : #covid 19    #who    #internasional    #darurat global    #jokowi    #vaksinasi booster   

Baca Juga