Seorang pasien DBD di Rumah Sakit Vita Insani , Kota Pematangsiantar (Dok: Parboaboa )

DBD di Kota Siantar Meningkat, 7 Orang Meninggal Dunia, Dinkes Imbau Warga Berantas Sarang Nyamuk

Dimas | Daerah | 14-07-2022

PARBOABOA, Pematang Siantar – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit berbahaya yang harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat Indonesia. Sebab, kasus DBD di beberapa daerah semakin meningkat. Salah satunya seperti yang terjadi di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.

Berdasarkan data Dinas kesehatan Kota Pematangsiantar sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2022, tercatat ada 769 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari kasus tersebut, 7 orang di antaranya telah dinyatakan meninggal dunia.

Domen silalahi selaku Epidemiologi Muda Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar mengatakan bahwa akibat meningkatnya kasus tersebut, kini DBD telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh pemerintah kota Pematangsiantar. 

Setelah adanya penetapan KLB, pemerintah kota Pematangsiantar lantas membuat Tim Gerak Cepat (TGC) Lintas Sektor hingga tingkat Kelurahan. Hal ini dilakukan pemerintah guna mengintensifikasi Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), penyuluhan sekaligus pemberian Larvasida serta Fogging. 

“Sudah dari Januari ditetapkan, karena sudah dua kali lipat peningkatan kasusnya. Dan dari Case Fatality Rate (CFR) juga memang sudah seharusnya ditetapkan,” ujar Domen saat ditemui di ruangan kerjanya. Kamis (14/7/22).

Terbaru, dari data per tanggal 10 Juli 2022 tercatat sebanyak 19 orang dirawat di beberapa rumah sakit. Kasus DBD tersebar di seluruh kecamatan di Kota Pematangsiantar. 

"Dari Januari sampai Mei 2022, 7 orang meninggal dunia akibat DBD. 1 orang di antaranya anak anak, selebihnya dewasa," ucapnya.

Domen kemudian mengungkapkan bahwa dalam upaya penanganan kasus DBD, pihak Dinkes banyak menemui kendala. Salah satunya adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Alhasil, kasus DBD pun terus meningkat.

Terakhir, Domen Silalahi pun dengan tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar agar ikut memberantas sarang nyamuk di lingkungan sekitar tempat tinggal. Ia pun berharap, masyarakat juga lebih meningkatkan kesadaran akan bahaya DBD.

"Selain Dinas Kesehatan, kesadaran masyarakat sangat penting melakukan PSN di lingkungan tempat tinggal dan rumah," Ujar  Domen.

Tag : #pematangsiantar    #kasus dbd    #daerah    #dbd    #dinas kesehatan    #dinas kesehatan pematangsiantar    #kementerian kesehatan   

Baca Juga