Brigjen Ahmad Ramadhan (Foto: MNC Portal/Carlos Roy Fajarta)

Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Edy Mulyadi Diambil Alih Bareskrim Polri

Martha | Hukum | 26-01-2022

PARBOABOA, Jakarta – Beberapa hari lalu viral soal mantan kader PKS Edy Mulyadi yang menyatakan penolakan terhadap pembangunan IKN. Namun dalam penyampaianya tersebut ia malah menyinggung masyarakat yang tinggal di Kalimantan, hingga banyak kecaman yang melontar kepadanya.

Banyak pihak dan masyarakat yang tidak terima atas perkataannya terkait dugaan ujaran kebencian Edy Mulyadi soal pernyataan ‘Jin Buang Anak’.

Karena banyaknya desakan dari masyarakat akan pengusutan dugaan ujaran kebencian Edy Mulyadi, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengambil alih seluruh laporan kepolisian di Polda jajaran terkait perkara tersebut.

“Semua laporan polisi, pangaduan dan pernyataan sikap dari berbagai masyarakat akan dilakukan penyelidikan dan akan dilakukan oleh Bareskrim Polri. Terkait pelaku yang sama,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (25/1/2022).

Ramadhan mengatakan, laporan yang menimpah Edy Mulyadi ada tiga yang diterima. Tapi ketiga laporan tersebut tepisah-pisah ada di Polda Kalimantan Timur, Polda Sulawesi Utara, dan Bareskrim Polri.

"Jadi total terkait dengan dugaan ujaran kebencian dilakukan EM ada 3 laporan kepolisian, 16 pengaduan, dan 18 pernyataan sikap," ujar Ramadhan.

Ramadhan menambahkan, agar seluruh elemen masyarakan untuk mempercayakan seluruh penanganan ini ke Polri sebagai aparat penegak hukum.

“Kami Polri, meminta pada seluruh masyarakat agar tetap tenang dan percayakan penanganan ini kepada kami,” ucap Ramadhan.

Sebelumnya, Edy Mulyadi mengatakan bahwa Kalimantan adalah tempat jin buang anak. Video tersebut pun viral di media sosial, lantas banyak masyarakat yang tak terima atas perkataanya tersebut.

Termasuk masyarakat adat dayak yang ada disana banyak memberikan reaksi. Tokoh Adat Dayak Balikpapan, Mey Chirsti mengatakan ucapan yang dilontarkan Edy tidak hanya menyakiti perasaan suku dayak namun seluruh warga Kalimantan.

Setelah berita ini melebar luas, akhirnya Edy Mulyadi meminta maaf kepada seluruh pihak yang kecewa dan marah atas perkataan yang menyebutkan Kalimantan sebagai tempat jin buang anak.

Menurutnya perkataan ‘tempat jin buang anak’ bukan untuk menghina, melainkan sebagai gambaran tempat yang jauh.

Tag : #edy mulyadi    #ujaran kebencian    #bareskrim    #kalimantan   

Baca Juga