Pelaksanaan PTM terbatas.

Kelamaan Daring, Banyak Pelajar yang Sudah Menikah

Maraden | Pendidikan | 01-10-2021

PARBOABOA, Medan – Setelah sekian lama diharuskan melakukan pembelajaran secara virtual, kini beranggsur-angsur pembeljaran secara tatap muka (PTM) mulai diberlakukan di sekolah-sekolah seluruh Indonesia. Namun ada yang menarik, banyak yang siswa yang masih enggan mengikuti PTM. Penyebabnya beragam, salah satunya karena belum diijinkan orangtuanya sebab masih kawatir dengan pandemi yang belum bisa dibilang tuntas.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Wan Syaifuddin mengungkapkan, antara 700 hingga 800 siswa SMA di Sumut masih enggan masuk sekolah mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang telah dimulai sejak 1 September lalu.

Syaifuddin mengungkapkan, ada sejumlah alasan yang menyebabkan anak-anak tersebut belum mau sekolah tatap muka, diantaranya ada yang sudah bekerja.

Dia mengungkapkan, ada beberapa siswa SMA sederajat di Sumut yang sudah mulai bekerja. Mereka sudah terbiasa memegang uang sehingga enggan hadir unutk mengikuti PTM terbatas.

Pada acara Workshop Pendidikan di Hotel Four Points, Medan, Sumatera Utara, Syaifuddin menerangkan banyak siswa SMA yang enan kembali ke sekolah lantaran sudah bekerja dan memiliki uang dari penghasilan sendiri. Selain sudah bekerja, dikatakan  Syaifuddin, ada juga beberapa orang tua yang memang belum mengizinkan anak mereka mengikuti PTM karena masih khawatir anak-anak mereka terserang Covid-19.

"Karena terlalu lama belajar daring ada pelajar SMA yang sudah bekerja, bahkan ada beberapa siswa yang justru tak bersekolah lagi karena sudah menikah," kata Syaifuddin, Selasa (28/9/2021).

Namun Syaifuddin belum bisa mengungkapkan data jumlah siswa SMA yang telah menikah, dia mengaku banyak menerima informasi tersebut dari komunikasi yang dijalin dengan cabang-cabang dinas yang ada di seluruh daerah.

Adapun PTM terbatas yang dimulai sejak 1 September lalu itu berjalan cukup lancar. Sampai saat ini belum ditemukan kasus siswa SMA yang terjangkit Covid-19 di Sumut. Hal ini karena umumnya sekolah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Ditambah lagi 90 persen lebih guru si Sumut sudah divaksin dengan dosis lengkap, sedangkan pelajar yang telah mengikuti vaksinasi covid sudah sekitar 8.000 orang.

Tag : #pendidikan    #dispenjar medan    #didik sumut    #pembelajaran tatap muka    #new normal   

Baca Juga