Ilustrasi

Kelangkaan Chip Diprediksi Bakal Berakhir Tahun Depan

Wanovy | Teknologi | 29-09-2021

Produsen chip asal Taiwan yang menjadi mitra Apple, Qualcomm, AMD dan perusahaan teknologi lainnya, memperingatkan bahwa kelangkaan chip global bisa berlanjut hingga tahun 2022.

Menurut CEO perusahaan semikonduktor AMD, Lisa Su, krisis ini akan mulai mereda pada paruh kedua tahun 2022.

Su memperingatkan bahwa pasokan di paruh pertama tahun 2022 akan menjadi sangat ketat. Pasalnya pabrikan chip masih akan berupaya memenuhi permintaan pasar yang sempat macet akibat pandemi.

Beberapa pabrikan berencana menambah pabrik baru untuk menutup kekurangan stok komponen PC dan microchip lain. Namun, Su mengatakan pabrik-pabrik itu baru akan mulai memproduksi chip dalam beberapa bulan ke depan.

"Kami selalu melakui siklus pasang surut, di mana permintaan melebihi pasokan, atau sebaliknya. Tapi kali ini berbeda" kata Su.

Dampak kelangkaan chip global ini dirasakan oleh banyak industri, mulai dari ponsel, gaming sampai otomotif. Gamer masih banyak yang kesulitan mendapatkan kartu grafis, PS5 dan Xbox idamannya, sementara produsen mobil harus membatasi produksi.

Setidaknya TSMC memiliki kabar baik untuk mitranya dari industri otomotif karena suplai chip diperkirakan akan membaik di kuartal berikutnya. Tapi komentar dari TSMC, Intel dan Nvidia mengindikasikan krisis ini tidak akan mereda dalam waktu dekat.

Su mengatakan pemulihan akan berlangsung secara bertahap setelah mulai banyak kapasitas produksi tersedia. Krisis kelangkaan chip ini dipicu oleh pandemi Covid-19 yang menghantam dunia.

Di awal pandemi, kebutuhan PC meningkat tajam karena sebagian besar penduduk dunia diimbau untuk bekerja dan beraktivitas di dalam rumah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.Alhasil, permintaan chip pun ikut naik.

Untuk diketahui, AMD tidak memproduksi chip sendiri. Mereka bermitra dengan pihak ketiga berupa pabrikan chip seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) untuk proses produksi.

Di sisi lain, firma analis IDC baru-baru ini melaporkan bahwa industri semikonduktor bakal mengalami normalisasi pada pertengahan tahun depan.

IDC bahkan juga menyinggung soal potensi terjadinya overcapacity di tahun 2023 seiring ekspansi-ekspansi berskala besar yang dilakukan produsen mulai aktif menjelang akhir 2022. Seperti yang kita tahu, nama-nama terbesar di industri fabrikasi microchip seperti TSMC, Samsung, dan Intel memang tengah sibuk mengeksekusi rencana ekspansinya masing-masing.

Menurut IDC, kapasitas produksi semikonduktor untuk tahun ini sudah hampir mentok. Kapasitas dari sisi front-end disebut masih akan terbatas, sementara kapasitas dari sisi back-end (pasca wafer silikon selesai diproduksi) akan terus terhambat oleh kelangkaan material maupun sejumlah isu lainnya.

Tag : #teknologi    #chipset    #amd    #tsmc    #qualcomm   

Baca Juga