Ledakan di kota-kota Ukraina setelah Rusia putuskan untuk lakukan invasi (dok Twitter @ahmermkhan)

Daftar Kerugian Yang Diderita Rusia Setelah Putuskan Invasi Ukraina

Rini | Internasional | 28-02-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Invasi Rusia ke Ukraina telah berlangsung selama 5 hari. Mungkin masyarakat di dunia lebih banyak mengetahui informasi mengenai jumlah korban, kerusakan, maupun kerugian yang dialami oleh Ukraina sebab serangan ini. Namun ternyata Rusia juga menanggung banyak tekanan dari negara-negara dunia akibat menjatuhkan serangan.

Sebenarnya apa saja kerugian yang didapat Rusia dalam perang dengan Ukraina ini? Simak informasinya selengkapnya:

1. Kehilangan Sejumlah Tentara

Pengerahan ribuan tentara Rusia ke Ukraina menjadi perang terbesar di Benua Eropa setelah Perang Dunia II. Rusia memang mempunyai kekuatan dan peralatan perang yang lebih mumpuni dari negara tetangganya tersebut. Namun kegigihan masyarakat Ukraina juga tidak dapat diabaikan begitu saja. Masyarakat di negara tersebut bersedia angkat senjata untuk melawan pasukan Rusia dari tanah mereka.

Menurut data yang diungkap Menteri Pertahan Ukraina Hana Malyar, pada Minggu (22/2), setidaknya ada 4.300 orang tentara Rusia meninggal dunia dan 200 diantaranya menjadi tahanan perang.

2. Kehilangan Alat Tempur

Masih melalui data yang diungkap Menteri Pertahanan Ukraina tersebut, Rusia juga telah kehilangan sejumlah alat tempur mereka, seperti pesawat tempur, helikopter, tank, drone, kendaraan lapis baja, dan sejumlah peralatan lainnya.

Karena perang masih berlanjut, jumlah kerugian dari alat-alat perang ini kemungkinan masih akan bertambah.

3. Kartu ATM Bank Rusia Diblokir di Sejumlah Negara

Tindakan invasi yang dilakukan Rusia ini mendapat penolakan dari banyak di negara dunia. Sebagai wujud dukungan kepada Ukraina, sejumlah negara telah menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia.

Salah satu sanksi yang dijatuhkan untuk negara pimpinan Presiden Vladimir Putin tersebut adalah pemblokiran Bank negara tersebut di sejumlah negara sejak Jumat (25/2) lalu. Selain itu, Rusia juga dibatasi dari kegiatan ekspor dan impor ke sejumlah negara di dunia.

Adapun sanksi ekonomi terberat yang dihadapi Rusia adalah diblokirnya negara tersebut dari sistem komunikasi antarbank seluruh dunia yang disebut SWIFT. Dengan penjatuhan sanksi ini, maka Rusia akan kesulitan untuk melakukan akses cadangan mata uang negara itu. Sanksi ini diharapkan akan membuat Rusia berada dalam keadaan ekonomi yang sangat sulit.

4. Mata Uang Rusia Jatuh ke Titik Terendah

Serangkaian serangan ekonomi yang didapat Rusia tersebut, membuat kurs Rubel ke Dollar Amerika jatuh pada titik terendah. Selain penurunan harga mata uang, pasar saham Rusia juga terpojok.

Untuk menghadapi jatuhnya nilai mata uang, Rusia kemudian mengeluarkan kebijakan menaikkan suku bunga acuan menjadi 20 persen dari awalnya 9,5 persen. 

Masih belum diketahui apakah keputusan ini memang benar dapat menahan mata uang Rusia dari keterpurukan.

5. Pesawat Rusia Dilarang Terbang di Langit Eropa

Penyerangan Ukraina ini juga membuat penerbangan Rusia terimbas. Pasalnya Uni Eropa telah menjatuhkan larangan bagi pesawat Rusia untuk mengudara di atas langit Eropa. Tak hanya itu saja, Uni Eropa juga akan menutup seluruh bandaranya terhadap pesawat-pesawat dari Rusia.

Itu dia beberapa kerugian besar yang didapat Rusia atas keputusan Vladimir Putin untuk melakukan invasi ke Ukraina. Kedua negara telah bersepakat untuk melangsungkan perundingan untuk membicarakan penghentian perang yang akan dilakukan di Belarusia.

Semoga saja kedua negara segera sepakat untuk menghentikan perang demi menghindari kerugian-kerugian yang mungkin akan semakin besar kedepannya.

Tag : #ukraina    #rusia    #sanksi untuk rusia    #amerika serikat    #invasi    #perundingan    #belarusia internasional   

Baca Juga