Ketua Asosiasi Kafe dan Resto di Bandung diduga mencoba bunuh diri.

Ketua Asosiasi Kafe dan Resto Coba Bunuh Diri di Depan Balai Kota Bandung

maraden | Daerah | 05-08-2021

?PARBOABOA, Bandung Tindakan nekad percobaan bunuh diri dilakukan seorang pria di depan Gerbang Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung pada Rabu (4/8).

Pria tersebut kemudian diketahui sebagai Gan Bonddilie atau Bondbond, yang merupakan Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Resto (AKAR).

Tubuh Bondbond ditemukan dengan luka di sekitar perut dan leher di depan pintu masuk Balai Kota Bandung. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk mendapat perawatan.

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Polisi Ulung Sampurna Jaya ketika diknfirmasi membenarkan adanya peristiwa percobaan bunuh diri tersebut.

Menurut Ulung sebelum melakukan percobaan bunuh diri, Bondbond sempat menghubungi salah satu temannya yang merupakan seorang ASN di Humas Kota Bandung, Jajang Jaenudin (35).

"Dia menelepon temannya seorang ASN di Humas Kota Bandung dengan memberi informasi korban  ada di depan," ucap Ulung.

Kata Ulung,  pada saat saksi Jajang datang ke lokasi, korban sudah berada di tengah jalan dan melakukan upaya bunuh diri.

Jajang sempat coba melakukan pencegahann, tapi sudah terlambat.

Polisi yang mendapatkan informasi tersebut langsung mendatangi TKP dan melakukan pertolongan pertama dan dibantu petugas dari PMI kemudian membawa korban ke rumah sakit.

"Saat ini sudah di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan pertolongan dan dari kejadian ini didapat barang bukti sebuah pisau," kata Ulung.

Disinggung terkait motif percobaan bunuh diri itu, Ulung mengatakan bahwa hal itu masih dalam pendalaman.

"Kami masih mendalami apakah itu terkait dengan PPKM, karena pada saat kemarin sebelum PPKM juga kita sudah memfasilitasi antara Ketua Harian AKAR ini dengan Pemerintah Kota Bandung," ucapnya.

Sementarra itu ditempat terpisah pihak RS Hasan Sadikin Bandung mengatakan pasien bernama Bondbond datang ke IGD RSHS diantar oleh petugas PMI pada pukul 13.54 WIB. Diagnosa ialah percobaan bunuh diri, hal ini ditandai adanya trauma tusukan di perut dan luka tusuk di area leher.

Dikatakan, kondisi korban GB masih dalam observasi, saat ini dalam kondisi stabil, sadar dan tanpa menggunakan oksigen.

Pendarahan di luar sudah tertangani dengan balut tekan, pasien terpasang infus, dan sudah diberikan obat-obatan anti nyeri," ucap Koordinator Pelayanan Medik RSHS DR. dr. Zulvayanti.

Diduga, aksi nekat itu dia lakukan karena kecewa terhadap Pemerintah Kota Bandung dan kebijakan PPKM yang merugikan banyak pelaku usaha.

Sebelumnya di kalangan wartawan, tersebar pesan suara diduga dari Bondbond. Pesannya berisi mengenai kegelisahan para pelaku usaha yang operasionalnya terkendala dengan kebijakan PPKM. Ia pun kecewa kepada Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana yang menurutnya tidak memenuhi janji mengatasi perrmasalahan yang dikeluhkan para pedagang dan pengusaha kafe.

Isi rekaman suara Bondbond itu juga menyatakan permintaan maaf kepada rekan seprofesi serta organisasi karena tidak berhasil memperjuangkan untuk memperbaiki situasi usaha di masa PPKM. Juga rasa kecewanya terhadap pemkot Bandung terkait aturan PPKM.  

Tag : ekonomi,tokoh,daerah,hukum

Berita Terkait