Persiapan PON 2024 Berjalan Sesuai Rencana (Dok. rm.id)

Ketum KONI Sumut: Persiapan PON 2024 Berjalan Sesuai Rencana

Olivia | Daerah | 26-07-2022

PARBOABOA, Sumatera Utara – Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan event olahraga terbesar di Indonesia yang penyelenggaraannya diadakan setiap 4 tahun sekali.

Dari sejak PON I di Solo pada tanggal 9 September 1948, event ini sudah diselenggarakan sebanyak 20 kali di 10 propinsi berbeda. Pada penyelenggaraan terakhir (PON XX), Papua dipercaya menjadi tuan rumah (2 s/d 15 Oktober 2021).
 
Untuk PON XXI, rencananya akan digelar pada September 2024 mendatang dimana Sumatera Utara bersama Aceh berkesempatan menjadi tuan rumah pesta olahraga paling bergengsi di tanah air tersebut. Ini merupakan yang pertama kalinya gelaran olahraga akbar ini dilaksanakan oleh dua provinsi 

Berbagai persiapan pun telah dilakukan demi meraih 2 prestasi yakni sukses sebagai tuan rumah dan sukses sebagai peserta.

Dari sisi persiapan atlet,  Ketua KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis didampingi Sekretaris Chairus Azmi menyampaikan, semua persiapan sudah berjalan sesuai rencana yang telah disusun. Pihaknya juga telah menggelar Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) jangka panjang untuk sejumlah cabang olahraga perseorangan, sedangkan untuk cabang beregu menyusul digelar awal 2023.

“PON XXI direncanakan digelar September 2024. Semuanya berjalan sesuai dengan yang direncanakan,” kata Jhon Ismadi Lubis, Senin (25/7/2022).

Hingga saat ini, sebanyak 479 atlet telah menjalani Pelatda jangka panjang dibawah binaan masing-masing pelatih. Selama mengikuti Pelatda jangka panjang, para atlet juga diwajibkan menjalani tes fisik dan kesehatan.

Lebih lanjut Jhon menjelaskan, PON XXI nanti rencananya mempertandingkan 67 cabang olahraga (cabor), dengan pembagian sebanyak 33 cabor di Aceh dan 34 cabor lainnya di Sumut.

“Tapi itu masih belum final, bisa akan dilakukan pertemuan selanjutnya untuk memastikan pembagian cabang olahraga yang akan dipertandingkan di daerah mana saja,” katanya.

Terkait persiapan sarana dan prasarana pelaksanaan PON, ia mengatakan hal tersebut merupakan wewenang Pemprov Sumut. Namun secara garis besar sejumlah venue awal tahun 2023 akan dibangun menyusul selesainya proses tender.

Misalnya pembangunan stadion madya, venue boling dan martial arts di Desa Sena, Kabupaten Deli Serdang. Stadion madya nantinya bisa digunakan untuk atletik, dan venue martial arts bisa digunakan untuk 12 cabang olahraga.

Sementara untuk sejumlah cabang olahraga lainnya, bisa digelar disejumlah venue yang sudah ada, misalnya di GSG Jalan Pancing dan Kolam Renang Selayang dan Unimed.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkirakan perlu Rp 3 triliun untuk melakukan perencanaan, pembangunan stadion baru dan perbaikan venue eksisting di PON XXI tahun 2024 dengan rincian, Rp 8,1 miliar biaya untuk perencanaan pembangunan, Rp 1,3 triliun untuk pembangunan stadion utama, Rp 1,1 triliun untuk pembangunan venue baru dan, Rp 500 miliar perbaikan venue.

Tag : #PON XXI    #olahraga    #daerah    #KONI    #Aceh    #Sumatera Utara   

Baca Juga