Kewajiban orang tua terhadap anak (Foto: Pexels/pixabay)

5 Kewajiban Orang Tua Terhadap Anaknya yang Harus Dipenuhi

Andre | Pendidikan | 20-04-2022

PARBOABOA - Terdapat sejumlah kewajiban orang tua terhadap anaknya yang harus dipenuhi sejak dini, mulai dari membentuk kepribadian, mengasuh dan melindungi anak, mengajarkan nilai agama, hingga memupuk nilai-nilai sosial.

Anak adalah anugerah terindah terindah sekaligus titipan Tuhan Yang Maha Esa, begitu pun orang tua, sosok malaikat tak bersayap yang melindungi dan menyayangi anak-anaknya.

Keluarga merupakan unit terkecil di dalam masyarakat dan menjadi lingkungan pertama bagi anak sebagai tempat bertumbuh dan berkembang.

Oleh karena itu, orang tua memegang peranan penting untuk memastikan segala kebutuhan dasar anak terpenuhi seperti sandang, papan dan pangan sertqca mengajarkan nilai-nilai moral yang baik lewat contoh yang baik pula.

Orang tua harus bisa memastikan kehidupan anaknya berlangsung baik-baik saja hingga mereka dapat menghidupi dirinya sendiri di masa depan.             

Lantas, apa saja yang menjadi kewajiban orang tua terhadap anak?

Sebagai negara hukum, Indonesia memiliki regulasi yang mengatur tentang kewajiban orangtua terhadap anak yang tercatat dalam UU No.35 Tahun 2014.

Adapun pasal 26 dalam Undang-Undang tersebut mencakup empat hal, yakni:

  • Mengasuh, memelihara, melindungi, dan mendidik anak
  • Menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakatnya
  • Mencegah anak menikah usia dini
  • Memberikan pendidikan karakter dan budi pekerti anak

Peran Tanggung Jawab Orang Tua Terhadap Anak

Dilansir dari cussonskids, kewajiban orang tua terbagi atas dua kategori, yaitu peran pangasuhan (nurture) dan struktural. Berikut penjelasannya:

Peran Pengasuhan (nurture)

Orang tua memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dasar anak seperti sandang, papan dan pangan. Selain itu, orang tua juga harus memastikan bahwa anak mendapatkan pendidikan dan perawatan medis jika mengalami sakit.

Di saat yang bersamaan, orang tua juga perlu memberikan cinta, waktu, perhatian dan dukungan. Kedua orang tua juga memiliki peran pada porsi masing-masing.

Contohnya, ibu berperan merawat anak-anak sejak masih bayi, menumbuhkan perasaan sayang, cinta, kelembutan dan mengajarkan anak berperilaku sesuai dengan jenis kelaminnya serta mendidik agar anak cerdas dan berkepribadian baik.

Kemudian, ayah berperan sebagai penyedia sumber daya utama bagi keluarga, pemecah masalah, teman bermain anak, memupuk rasa percaya diri dan berkompeten pada anak, serta mengajarkan buah hati agar dapat bertanggung jawab.

Peran Struktural

Tugas orang tua selanjutnya adalah menyediakan struktur bagi anak. Dalam peranan ini, ibu membantu mengarahkan anak, mengajarkan nilai-nilai, menyusun peraturan, menerapkan disiplin dan menjelaskan setiap konsikuensi atas tiap perbuatan anak yang tidak baik.

Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak

Pemenuhan kebutuhan anak tidak selalu tentang materi, namun orang tua juga bertanggung jawab terhadap hal-hal spiritual bagi anak.

Membentuk kepribadian anak

Setiap anak dilahirkan dengan kepribadian yang berbeda-beda, namun tempat ia tumbuh besar memainkan perasn yang sangat penting sebagai pembentukan karakternya sebagai anak yang baik di masa depan.

Maka dari itu, orang tua wajib harus menanamkan nilai-nilai moral yang baik ditunjang dengan contoh yang baik pula.

Dalam hal membentuk kepribadaian anak, orang tua harus menjauhi labelisasi terhadap anak, menjadi pendengar yang baik, bersikap lembut dan tidak membanding-bandingkan.

Mengajarkan nilai-nilai agama

Setiap orang tua dituntut agar selalu membimbing dan menanamkan nilai-nilai agama kepada anak sejak usia dini.

Pengenalan agama terhadap anak dapat dilakukan dengan cara sederhana seperti mengajak ke rumah ibadah dan menyampaikannya lewat cara yang menyenangkan agar si kecil semangat belajar.

Mengajarkan nilai-nilai sosial

Nilai-nilai sosial wajib ditanamkan kepada anak agar mereka bisa hidup di masyarakat. Contohnya seperti tolong-menolong, menjaga kebersihan, tidak membuat keributan dan saling menghormati.

Pemahaman tentang manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendiri harus sampai pada anak agar mereka tau betapa pentingnya hidup bersosial.

Adapun tujuan mengajarkan nilai sosial bertujuan untuk menyeimbangkan dan menguatkan individu si anak.

Mengajarkan anak kemandirian

Seiring berjalannya waktu, anak akan bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Mau tidak mau, anak harus dapat hidup mandiri dan belajar menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa harus bergantung pada orang tua.

Orang tua dapat mengajari anak untuk mandiri dengan beberapa cara, seperti membiarkan anak menentukan pilihannya, memberi tanggung jawab yang dapat ia tangani, hingga mengajarkan bagiamana memecahkan masalah secara mandiri.

Mendukung potensi anak

Setiap anak memiliki potensi atau kemampuan yang berbeda-beda. Orang tua harus selalu memantau potensi tersebut dan mendukung anak agar tidak lari dari jalur kemampuannya tersebut. Jangan terlalu memaksa keinginan sendiri yang justru bertentangan dengan hati anak, karena jatuhnya menjadi pola asuh ketat atau strict parent.

Tiap anak pasti memiliki hal yang ingin ia kuasai, sehingga orang tua harus memberikan anak kesempatan dalam mengembangkan potensi mereka.

Jika anak ingin belajar naik sepeda ataupun bermain piano, orang tua harus mendukung dan mengajari mereka tentang apa yang harus dilakukan.

Keingintahuan seorang anak terhadap sesuatu merupakan hal yang alamiah. Orang tua hanya perlu memilah topik apa yang sekiranya tidak melenceng dan memberitahu konsekuensi tanpa harus menakut-nakuti.

Tag : #kewajiban orang tua    #peran orang tua    #pendidikan    #pola asuh    #anak   

Baca Juga