Kopi Bening Bertahan di Derasnya Persaingan Ketat Bisnis Coffee Shop

Penulis : Michael Siburian | Selera Nusantara | 14-01-2023

Ilustrasi kopi bening (clear coffee). Sheldon (21) produsen kopi bening yang pantang menyerah di tengah gempuran serba-serbi kopi kekinian. (Foto: Parboaboa/Andre S)

PARBOABOA, Jakarta – Menjamurnya industri kopi kekinian menjadi tantangan tersendiri bagi Sheldon (21), barista yang meracik kopi bening (clear coffee).

Proses produksi yang lama dan belum populernya trend kopi bening di masyarakat, menjadikan teknik pengolahan ini seperti kehilangan pamornya. 

Bisnis yang kian ketat ini, justru tidak membuat Sheldon menyerah. Dia tetap menjalani profesinya dengan sepenuh hati.

Kepada Parboaboa dia mengatakan, ide menggeluti bisnis ini tercetus saat menonton video proses pembuatan kopi bening dari salah satu siaran televisi swasta. Tekadnya menggebu untuk bisa berkreasi sembari menghasilkan pundi-pundi rupiah.

“Saya bertekad gitu ya, berkeinginan kuat supaya bisa membuat juga kopi bening. Akhirnya, sekarang saya juga menjadi salah satu produsen kopi bening,” tutur Sheldon saat dihubungi Parboaboa, Sabtu (14/01/2023).

Rasa ketertarikan itu lambat laun tumbuh menjadi cinta ketika dirinya menyadari sejumlah kelebihan dan keunikan dari kopi buatannya.

Kata Sheldon, pertama kopi bening memiliki daya tahan lebih lama dibanding kopi hitam.

Menurutnya, kopi hitam hanya bisa bertahan selama 3-4 hari jika disimpan di dalam ruangan bersuhu 20-25 derajat celcius. Kopi bening justru mampu hingga 6 bulan. Perbedaan yang begitu jauh.

“Tapi tidak dengan kopi bening ini, karena sudah didestilasi dan sudah diproses. Bisa tahan 1 bulan di dalam suhu ruangan, 2 bulan di suhu kulkas atau chiller, dan 6 bulan di freezer, gitu,” paparnya.

Selanjutnya, kata Sheldon, kopi bening ramah terhadap flek atau noda berwarna kuning pada gigi. Hal ini selaras jika menilik sejarah penemuan kopi bening pertama di dunia.

Mengutip standard.co.uk, kopi bening pertama kali ditemukan oleh warga negara Slovakia bernama David Nagy. Dia dan saudara laki-lakinya peminum kopi berat yang khawatir nodanya akan melekat pada gigi dan sulit dihilangkan.

Mereka menciptakan sebuah formula alami yang tidak menggunakan bahan kimia apapun hingga akhirnya tercipta kopi dengan warna transparan.

Tanpa Gula

Sebagian orang, meminum kopi menggunakan gula sudah menjadi kebiasaan yang tak bisa dihindari. Umumnya bertujuan untuk mengurangi rasa pahit. Ada juga yang memilih tidak menggunakan gula demi menikmati rasa aslinya.

Mengutip Livestrong, minum kopi pakai gula berisiko bagi kesehatan seperti memicu kadar gula darah yang tinggi, berat badan naik, hingga risiko diabetes.

Sheldon, Barista dan owner Kopi Waktu mengungkapkan, proses pembuatan kopi bening tidak menggunakan gula sehingga aman bagi kesehatan.

Demi menjawab rasa penasaran, Parboaboa berkesempatan mencicipi rasa kopi bening buatan Sheldon yang dikirim beberapa waktu lalu.

Warnanya sekilas seperti air putih biasa. Aromanya sangat khas dan begitu kuat saat tutup botol dibuka. Harumnya tercium jelas di hidung. Rasanya sedikit pahit, namun terasa ringan di lidah.

Secara keseluruhan, rasa kopi ini masih tergolong ramah terhadap orang awam.

Dari segi tampilan, kopi bening milik Sheldon dikemas dalam botol kaca yang juga berwarna transparan, sehingga tampak serasi luar dan dalam.

Produksi

Sheldon menjelaskan, produksi kopi bening diawali dengan merebus biji kopi di suhu maksimal 90 derajat celcius. Uapnya ditampung di sebuah wadah dan menjadi kopi bening siap minum.

Dalam proses pengolahan hingga mendapatkan satu botol berukuran 250 mililiter, memakan waktu satu hingga dua jam.

“Itu lama sekali, makanya wajar harganya juga mahal,” ungkapnya.

Harga kopi bening buatan Sheldon dibandrol dengan harga Rp40 ribu hingga Rp50 ribu. Biji kopinya bisa jenis apapun. Proses produksinya segalanya alami, tidak menggunakan bahan kimia seperti pengawet, perasa, dan pewarna.

“Jadi betul-betul pure air dan kopi aja. Bahkan kopi tersebut bisa diganti-ganti bijinya tergantung produsennya. Misalnya saya mau pake biji arabika atau pake robusta, dan itu bebas mau dari biji manapun,” kata dia.

Keunikan lainnya dari kopi bening adalah tingkat kepahitannya yang bisa diatur menyesuaikan permintaan para peminum kopi.

“Apakah dia mau betul-betul dark (kopinya terasa pahit banget) atau light (ringan),” jelasnya.

Kalah Popularitas

Sejumlah keunikan dan kelebihan kopi bening yang dijelaskan kepada Parboaboa, Sheldon tak menampik bahwa popularitas kopi berwarna transparan itu kalah jauh dibandingkan kopi-kopi lainnya.

Hal itu ia ketahui dari pengalaman pribadi selama memiliki gerai kopi. Mayoritas pelanggannya memilih untuk meminum kopi hitam karena harganya yang relatif lebih murah dan terbiasa dengan rasanya.

Apakah dia akan menyerah? Justru hal itu memberikannya tantangan tersendiri. Dia sudah memiliki banyak ide-ide brilian yang bersarang di kepalanya dan siap dieksekusi.

Sebagai seorang pebisnis, Sheldon berencana untuk membuat teh bening atau clear tea.

Editor : -

Tag : #kopi bening    #sheldon    #selera nusantara    #kopi kekinian    #industri kopi   

Baca Juga