Kota Medan Tidak Ramah LGBTQ? Walikota Bobby : Kita Anti 

Bobby Nasution secara terbuka menyebut anti kelompok minoritas lesbi, gay, biseksual, transgender dan queer (LGBTQ) (Foto : Twitter Bobby Nasutin)

PARBOABOA, Medan - Wali Kota Medan, Bobby Nasution secara terbuka menyebut anti kelompok minoritas lesbi, gay, biseksual, transgender dan queer (LGBTQ). 

Pernyataan itu dia unggah lewat cuitan akun twitternya tanggal 2 Januari 2023 dan sudah ditonton hingga 184 views, 580 kali dibagikan dan 204 kali komentar, saat berada di hadapan ribuan warga yang sedang merayakan malam pergantian tahun.

"Medan itu multietnis dengan agama yang berbeda, itu juga yang menjadi salah satu faktor gaya bahasa anak medan unik, namun tidak ada satupun etnis dan agama memperbolehkan memiliki pasangan sesama jenis. Untuk itu Medan anti LGBT," cuitan Bobby dalam unggahannya di media sosial Twitter @bobbynasution_.

Lewat unggahan video di twitter berdurasi 53 detik, Bobby Nasution berkata, warga Kota Medan jika bicaranya keras-keras suka teriak-teriak, tapi hatinya sangat lembut. Usai mengatakan itu, riuh sorak warga bergemuruh kencang.

Bobby melanjutkan, "Tapi saya lihat sepanjang kantor kota sampai ke sini, saya lihat kok yang cowok sama cowok," ucapnya yang kemudian disambut tertawa.

Dia sempat berhenti bicara beberapa detik, kemudian melanjutkan perkataan lagi lewat microphone di panggung. 

"Ga ada ya Kota Medan ga ada LGBT. Kita anti LGBT, jadi yang jomblo saya doakan tahun 2023 cepat nikah," katanya lewat video yang juga meminta kelompok anak muda tidak memakai narkoba dan tawuran. 

Unggahan Walikota Medan Bobby ke twitter itupun menuai pro dan kontra. 

"Semua manusia di bumi ini ingin terlahir sempurna, tapi sebagian dari kita memang ada yang memiliki kekurangan. Teman2 kita yg LGBT cnthnya, mreka jg ingin hidup normal seperti kita, tapi tuhanlah yg menciptakan mereka seperti itu, ga usah lah ngomong gitu,mending bhs yg lain aja," balas @blackangler berkomentar.

"Setelah upaya yang dilakukan pemkot Depok dan Bogor, akhirnya Medan ikut menyusul...  Kalau boleh usul, statement-nya bisa segera dibuat lebih clear, Pak Wali. LGBT di sini mengacu pada perilaku, bukan pelakunya. Khawatir berimbas pada perilaku diskriminatif," kata @hanasauw berkomentar.

"Ini baru mantap, orang mandailing dan orang Batak ada adat, etika dan adab," sebut Buyung Sarona Nasution berkomentar.

"LGBT itu tentang orientasi seksual. Seorang gay yang terpaksa menikahi wanita, itu perasaannya seperti wanita yang dipaksa menikah dg sesama wanita. Atau sama kyk lelaki yang dipaksa menikah dg sesama lelaki. Ini bicara ttg orientasi seksual. Sulit paham pak Boby?," kata @drs_hari_e

TAG :
Baca Juga
LIPUTAN KHUSUS