Pemilu 2024 akan dilaksanakan sesuai jadwal

KPU Batah Isu Pemilu 2024 akan Diundur Sampai 2027

rini | Politik | 20-08-2021

PARBOABOA, Jakarta - Isu Penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) DPR, DPRD, dan Presiden 2024 akan diundur sampai 2027 dibantah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam rilis resmi di laman website kpu.go.id pada  Selasa (17/8/2021), KPU menegaskan pelaksanaan pemilu akan tetap berjalan pada 2024, seperti yang sudah diwacanakan.

"Sebagai lembaga penyelenggara pemilu, KPU dalam menyelengarakan Pemilu dan Pemilihan taat dan patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, dalam hal ini Pasal 167 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2017 dan Pasal 201 ayat (8) UU Nomor 10 Tahun 2016 yang pada prinsipnya mengatur bahwa Pemilu dan Pemilihan serentak nasional akan diselenggarakan pada tahun 2024," tulis KPU RI di laman resmi.

Bahkan, tanggal pelaksanaan Pemilu dan Pilkada pada tahun 2024 mendatang sudah ditetapkan.

"Pada prosesnya juga telah dilaksanakan koordinasi dalam bentuk Tim Kerja bersama yang terdiri dari DPR, Kemendagri, KPU, Bawaslu dan DKPP. Kesepakatan Tim Kerja Bersama bahwa Pemilu dan Pemilihan tetap diselenggarakan pada tahun 2024 sebagaimana UU Nomor 7 Tahun 2017 dan UU 10 Tahun 2016. Pemilu direncanakan pada tanggal 21 Februari 2024 dan Pemilihan Kepala Daerah pada tanggal 27 November 2024," tutup rilis tersebut.

Macam-macam latar belakang rumor yang menyebut Pemilu harus diundur sampai 2024. Ada yang menyebut sebagai upaya memperpanjang masa jabatan presiden, DPR, DPD, dan DPRD.

Ada juga yang menyebut kaitannya dengan ketidaksiapan penyelenggara dalam menyiapkan pemilihan.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menanggapi isu ini kemudian menegaskan, aturan UU Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu tidak mengatur pelaksanaan Pemilu digelar tahun 2027.

Ia pun menyebut isu tersebut tidak mungkin terlaksana karena tidak adanya aturan yang menaunginya.

"Sehingga kita fokus saja persiapan-persiapan dan tahapan-tahapan yang mungkin akan segera disampaikan oleh KPU," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/8/2021).

Dia pun meminta masyarakat tidak 'menelan mentah' informasi begitu saja yang bisa merusak fokus penanganan pandemi.

Tag : #politik   

Baca Juga