Robert Findlay Smith didakwa dengan pembunuhan massal karena membunuh tiga Lansia. AP

Lansia di AS Tembak Mati 3 Orang saat Makan Malam di Gereja

Dion | Internasional | 18-06-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Seorang pria lanjut usia (Lansia) menembak mati tiga jamaah yang sedang menikmati hidangan makan malam di Gereja St. Stephen’s Episcopal, Vestavia, Alabama, Amerika Serikat, Kamis malam waktu setempat.

Dilansir Associated Press, Sabtu (18/6/2022), Robert Findlay Smith (70) didakwa dengan pembunuhan massal karena membunuh tiga Lansia lainnya, Walter Bartlett Rainey (84), Sarah Yeager (74), dan seorang wanita berusia 84 tahun yang namanya belum dirilis.

Para korban saat itu tengah berkumpul di gereja bersama jamaah lainnya untuk menikmati makan malam khusus Lansia.

Putri Rainey, Melinda Rainey Thompson, seakan tak percaya jika ayahnya, yang saat itu hadir bersama ibunya, bisa ditembak mati dalam gereja.

"Kami sangat bersyukur ia (istri Rainey) selamat dan ia (Rainey) meninggal dipelukannya sambil mengucapkan kalimat cinta," kata Melinda.

Sementara Sarah Yeager, menurut polisi, meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit Kamis malam. Dan korban ketiga dinyatakan meninggal pada Jumat waktu setempat.

Kapten Polisi Vestavia Hills Shane Ware mengatakan, akan ada lebih banyak korban jika pelaku tidak dihentikan.

"(Melumpuhkan pelaku penembakan) sangatlah kritis dalam menyelamatkan nyawa," kata Ware dalam konferensi pers Jumat. "Orang yang melumpuhkan tersangka, menurut saya, adalah seorang pahlawan."

Menurut keterangan Ware, beberapa jamaah gereja sempat menyergap dan melumpuhkan Smith hingga polisi tiba di lokasi penembakan.

Peristiwa penembakan ini membuat penduduk Vestavia Hills, wilayah kaya di pinggiran kota Birmingham, merasa terkejut dan tak percaya jika hal semacam ini bisa terjadi dalam sebuah komunitas yang sangat kekeluargaan.

Terlebih setelah terjadinya serangkaian penembakan massal di Texas yang menewaskan 21 orang dan peristiwa serupa di New York yang menewaskan 10 orang.

Ware menyebut seluruh korban berkulit putih dan pihaknya masih menyelidiki apa motif pelaku penembakan, yang juga merupakan jamaah gereja.

Otoritas setempat langsung menggeledah rumah pelaku, yang berjarak 4,8 kilometer dari gereja guna mencari bukti-bukti pendukung.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak, menunjukkan jika Smith merupakan pedagang senjata berlisensi.

Data pengadilan juga menunjukkan jika Smith pernah menuntut Samford University, sebuah universitas swasta di Birmingham, pada 2008 yang ia tuduh salah menahan dan menuduh Smith dengan sengaja menjadi poilsi gadungan.

Wali Kota Vestavia Hills Ashley Curry  kepada wartawan mengatakan bahwa "komunitas kekeluargaan dan penyayang" ini telah diguncang oleh "aksi kekerasan tak berperasaan".

Vestavia Hills memiliki 40.000 penduduk yang mayoritas berkulit putih bergaya hidup mewah. Daerah ini terkenal memiliki sekolah-sekolah bergengsi.

Tag : #penembakan    #Amerika serikat    #internasional    #lansia    #gereja St Stephens espiscopal   

Baca Juga