Ilustrasi demensia (dok picpedia.org)

Mengenal Demensia, Gejala dan Faktor Penyebabnya

Rini | Kesehatan | 22-01-2022

PARBOABOA – Demensia belakangan ini menjadi salah satu penyakit yang semakin banyak menyerang masyarakat di seluruh dunia saat ini. Demensia ditandai dengan melemahnya menurunnya kemampuan otak untuk melakukan fungsi dasar, seperti berpikir, mengingat, berbicara, dan membuat keputusan. Pada kondisi yang cukup parah, penderita demensia akan kehilangan kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri, sehingga penderita sangat bergantung pada bantuan dari orang lain.

Pikun kerap disamakan dengan demensia padahal keduanya berbeda. Pikun terjadi perubahan kemampuan berpikir dan mengingat yang biasa dialami seiring pertambahan usia. Sedangkan demensia bisa menyerang seseorang di usia muda.

Demensia sendiri terjadi karena rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf pada otak. Penyakit demensia yang paling umum dikenal yaitu Alzheimer. Penyebab Alzheimer masih belum diketahui, namun perubahan genetik yang diturunkan dari orang tua diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. Selain faktor genetik, kelainan protein dalam otak juga diduga dapat merusak sel saraf sehat dalam otak.

Jenis demensia lainnya yaitu demensia vaskular yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah di otak. Jenis demensia ini dapat dipicu dari stroke berulang yang dialami seseorang.

Gejala demensia

 Berikut ini adalah berbagai tanda, gejala, maupun ciri-ciri yang ditunjukkan oleh orang yang mengalami demensia dikutip dari berbagai sumber:

- Mudah lupa dan bingung

- Kesulitan bicara, memahami omongan orang lain, tidak mampu mengungkapkan pikiran, membaca, atau menulis

- Tersesat atau lupa arah di tempat yang biasanya dikenali Tidak mampu menghitung, sampai kesulitan menggunakan uang

- Sering mengulang-ulang pertanyaan yang sama

- Bicara dengan kata-kata yang tidak lazim untuk menunjukkan suatu objek yang sudah dikenal

- Butuh waktu lama untuk menyelesaikan pekerjaan sehari-hari

- Gangguan memori serius sampai tidak menyadari waktu dan tempat

- Tidak bisa mengenali keluarga dan teman

- Tidak bisa merawat diri sendiri Tidak peduli pada perasaan orang lain

- Susah berjalan karena gangguan keseimbangan dan masalah dengan gerakan tubuh

- Perilaku jadi lebih agresif, jadi bertindak impulsif.

Penyebab demensia

Penyebab demensia berasal dari perubahan kondisi otak. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi perubahan otak, di antaranya:

- Faktor usia, biasanya dialami kalangan lansia di atas 65 tahun

- Mutasi genetik

- Kurang gerak

- Kebiasaan merokok

- Imbas konsumsi alkohol dan narkoba

- Berat badan berlebih

- Masalah kesehatan mental seperti depresi dan isolasi sosial

- Rendahnya aktivitas kognitif

- Polusi udara Faktor keturunan

Cara mencegah demensia

Belum ada cara pasti untuk mencegah demensia. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya, seperti:

- Berhenti merokok.

- Berolahraga secara teratur.

- Tidur yang cukup.

- Menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola makan sehat, misalnya dengan mengonsumsi makanan rendah lemak dan tinggi serat. Konsumsi vitamin untuk otak dan suplemen herbal, seperti Gingko biloba, juga diduga baik untuk mencegah demensia.

- Kurangi asupan alkohol.

- Menjaga berat badan ideal.

- Melatih otak secara berkala, seperti rajin membaca atau bermain teka-teki silang.

- Rutin mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, dan kolestrol.

- Segera melakukan konsultasi ke dokter jika mengalami stres, depresi, atau gangguan kecemasan.

 Itu dia beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah demensia. Sedangkan untuk penderita demensia yang sudah cukup akut, pastikan untuk segera menemui dokter agar penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.

Tag : #gaya hidup sehat    #demensia    #kesehatan   

Baca Juga