Ilustrasi Fitoplankton (Foto: planktonforhealth.co.uk)

Mengenal Fitoplankton, Organisme yang Berperan sebagai Produsen di dalam Ekosistem Air

Andre | Pendidikan | 16-08-2022

PARBOABOA – Dalam ekosistem, produsen merupakan organisme atau spesies yang mampu menghasilkan makanan sendiri. Pada ekosistem darat, organisme yang bisa menghasilkan makanannya sendiri yaitu tumbuhan hijau.

Sedangkan organisme yang berperan sebagai produsen di dalam ekosistem air adalah fitoplankton. Melansir The Biologi Notes, fitoplankton merupakan tumbuhan air dengan ukuran mikro yang mengapung bebas dan hanyut mengikuti arus air, baik dalam ekosistem air laut maupun ekosistem air tawar.

Tumbuhan mikro ini mampu melakukan fotosintesis sebagaimana yang dilakukan tumbuhan darat.

Meskipun fitoplankton berukuran relatif kecil (mikroskopik), tetapi jumlah karbon bersih (netto) yang diserap oleh seluruh fitoplankton di lautan hampir sama dengan jumlah karbon yang diserap oleh seluruh tumbuhan di darat.

Itu berarti, hampir separuh dari jumlah penyerapan karbon dalam kegiatan fotosintesis secara global dilakukan oleh fitoplankton.

Menurut European Commision, fitoplankton menjadi pondasi utama kehidupan di laut. Tumbuhan mikro ini bekerja tanpa lelah untuk menyulut jaringan makanan laut dan mengonsumsi karbon dioksida dalam jumlah besar pada skala yang sama dengan hutan.

Untuk lebih mengenalnya, berikut adalah penjelasan mengenai fitoplankton, organisme yang berperan sebagai produsen di dalam ekosistem air.

Memiliki Banyak Spesies

Mengutip laman resmi Earth Observatory NASA, ratusan ribu spesies fitoplankton hidup di lautan, masing-masing beradaptasi dengan kondisi air tertentu. Perubahan kejernihan air, kandungan nutrisi, dan salinitas mengubah spesies yang hidup di tempat tertentu.

Para ilmuwan memperkirakan ada lebih dari satu juta spesies fitoplankton di bumi. Meski jumlahnya berlimpah, tetap saja perlu dilestarikan mengingat perubahan iklim yang sering terjadi di bumi.

Penampilan

Karena ukurannya terlalu kecil, fitoplankton sangat sulit untuk dilihat dengan mata telanjang.

Namun ketika dalam jumlah besar, mereka tampak sebagai warna hijau di air karena kandungan klorofil dalam sel-selnya dan terkadang terlihat seperti warna kecoklatan.

Produsen Utama dalam Rantai Makanan

Selain menjadi organisme yang berperan sebagai produsen di dalam ekosistem air, fitoplankton juga dapat dikatakan sebagai produsen utama dalam rantai makanan di daratan.

Mereka membantu menyediakan makanan dan energi bagi zooplankton dan abalone, yang pada gilirannya memberi makan burung, paus, dan bahkan manusia.

Penghasil Oksigen Terbesar di Bumi

Sama halnya dengan tumbuhan darat, fitoplankton memliki klorofil untuk menangkap sinar matahari dan berfotosintesis untuk mengubahnya menjadi energi kimia. Fitoplankton mengonsumsi karbon dioksida dan melepaskan oksigen.

Para ilmuwan sepakat bahwa sekitar 50-80 persen oksigen di atmosfir bumi berasal dari fitoplankton yang melakukan fotosintesis. Dilansir dari National Geographic, hutan hujan bertanggung jawab atas sekitar 20 persen saja. Sementara, salah satu jenis fitoplankton, Prochlorococcus, mampu melepaskan banyak sekali oksigen ke atmosfir.

Makanan dan Pertumbuhan

Pertumbuhan fitoplankton bergantung pada ketersediaan karbon dioksida, sinar matahari, dan nutrisi. Mirip seperti tumbuhan di darat, fitoplankton juga membutuhkan nutrisi seperti nitrat, fosfat, silikat, dan kalsium dalam berbagai tingkat tergantung pada spesiesnya.

Selain itu, fitoplankton juga membutuhkan sejumlah zat kecil untuk membatasi pertumbuhannya di lautan luas dengan konsentrasi zat besi yang rendah.

Adapun faktor-faktor lain yang mempengaruhi tingkat pertumbuhan fitoplankton, seperti:

  • Suhu air
  • Salinitas (tingkat keasinan)
  • Kedalaman air
  • Angin
  • Predator

Dampak Negatif

Di balik manfaatnya, terdapat dampak negatif yang ditimbulkan fitoplankton jika bertumbuh secara masif.

Dilansir dari laman resmi Layanan Laut Nasional NOAA, fitoplankton dapat tumbuh di luar kendali jika terlalu banyak nutrisi yang tersedia.

Pertumbuhan yang berlebihan tersebut akan berdampak negatif pada alam seperti fenomena harmfull algae blooming (HAB) atau ledakan pertumbuhan alga. Fenomena tersebut akan mengancam ekosistem perairan global, mengakibatkan penurunan kualitas air dan kematian pada biota akuatik.

Pertumbuhan terlalu cepat pada dua jenis fitoplankton, baik itu diatom atau dinoflagelata dapat menyebabkan terjadinya iritasi saluran napas ikan yang menyebabkan ikan sulit bernapas dan kemudian mati.

Beberapa dinoflagelata juga dapat menghasilkan toksin yang membahayakan ikan dan vertebrata. Dampak ini akan terasa ke manusia yang mengonsumsi ikan dengan toksin tersebut yang dapat mengakibatkan diare dan kelainan saraf berupa kelumpuhan.

Kesimpulan

Secara singkat, organisme yang berperan sebagai produsen di dalam ekosistem air adalah fitoplankton, yang dikenal juga sebagai tumbuhan dengan segudang manfaatnya di bumi.

Akan tetapi, pertumbuhan tumbuhan mikro ini harus tetap dilestarikan dan diawasi agar tidak tumbuh secara masif yang kemudian membahayakan biota akuatik.

Tag : #organisme    #laut    #pendidikan    #plankton   

Baca Juga