Profesor Singapura, Kishore Mahbubani yang Puji Jokowi Jenius.

Pakar Politik UPH: Pujian Profesor Singapura Tentang Kejeniusan Jokowi Tidak Mengada-ada

Maraden | Pendidikan | 26-10-2021

PARBOABOA, Jakarta – Guru Besar Politik Internasional Universitas Pelita Harapan (UPH) Aleksius Jemadu menilai, pujian yang disampaikan profesor Singapura kepada Jokowi tidak mengada-ada.

Dalam diskusi virtual bertajuk '2 Tahun Jokowi Ma'ruf di Luar Dipuji, di Dalam Dicaci', Aleksius membahas mengenai Kishore Mahbubani, profesor di National University of Singapore (NUS) yang menyatakan pujiannya tentang kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pujian Mahbubani itu tidak mengada-ngada dan bisa kita percaya meskipun cukup ukuran-ukuran yang dikatakannya bagi orang Indonesia,” kata Aleksius, Minggu (24/10/2021).

Menurut dia, ada faktor-faktor yang menyebabkan pujian dalam artikel berjudul The Genius of Jokowi tersebut tidak mengada-ada. Ia melihat pujian tersebut memiliki dasar yang kuat karena menggunakan indikator-indikator objektif yang bisa dilihat semua orang. Termasuk juga dimensi perbandingan yang digunakan Mahbubani yaitu Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam mengatasi polarisasi politik.

Menurut Aleksius, memang ada hal lain yang tetap menjadi perhatian bersama, namun jika melihat sebatas data yang diberikan Mahbubani masih termasuk kredibel.

"Masih ada masalah-masalah lain yang menjadi concern kita bersama, tapi sebatas data yang dia berikan bisa dibilang kredibel," lanjut Alek.

Profesor Singapura sekaligus Peneliti di Asia Research Institute, National University of Singapore bernama Kishore Mahbubani sebelumnya menyampaikan sejumlah pujian kepada Presiden RI Joko Widodo.

Pujian itu dimuat dalam artikel The Genius of Jokowi yang terbit pada ada 6 Oktober lalu. Dalam artikel itu Mahbubani mengangkat sisi-sisi keberhasilan Jokowi selama memimpin Indonesia. Dia menyebut Jokowi berhasil memimpin di salah satu negara yang terkenal paling sulit diperintah di dunia.

Adapun poin-poin pujian yang diberikan Mahbubani antara lain Presiden Jokowi yang merangkul Lawan Politiknya. Langkah Jokowi itu dinilai Mahbubani behasil menjaga stabilitas politik di Indonesia.

"Ketika beberapa negara demokrasi besar memilih penipu sebagai pemimpin politik mereka, keberhasilan Presiden Joko Widodo layak mendapat pengakuan dan penghargaan yang lebih luas," demikian salah satu kutipan tulisan Mahbubani dalam artikel tersebut.

Selain itu, Profesor Singapura itu menyebut Jokowi menyatukan Warga secara politik. Poin lainnya yang dipuji akademis Singapura itu yakni Fokus Jokowi dalam mengatasi kemiskinan. Hal itu dilakukan Jokowi dengan melakukan program-program yang memudahkan masyarakat miskin seperti program Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) program Bansos, dan lainnya.

Selain poin diatas, Mahbubani juga menyoroti Pengesahan Omnibus Law.  Dia memuji jokowi yang berhasil membangun koalisi dan mendorong disahkannya Omnibus Law pada 2020. Omnibus Law disebut mampu meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.

Tag : pendidikan, universitas pelita harapan,national university of singapore, jokowi

Berita Terkait