Robert E Crimo III didakwa melakukan tujuh pembunuhan oleh pengadilan pada Selasa. AP

Pelaku Penembakan di AS Menyamar jadi Wanita, Korban Tewas Bertambah

Dion | Internasional | 06-07-2022

PARBOABOA, Chicago - Robert E Crimo III, pada Selasa waktu setempat, didakwa melakukan tujuh pembunuhan setelah melepas lebih dari 70 tembakan ke arah kerumunan orang yang sedang merayakan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat di Highland Park, pinggiran Kota Chicago. 

Dilansir Associated Press, Rabu (6/7/2022), saat melakukan aksinya, pria 21 tahun itu membawa lima senjata, termasuk senapan serbu berkekuatan tinggi yang ia gunakan untuk menembaki kerumunan orang. 

Korban tewas dari penembakan massal itu bertambah satu pada Selasa. Hal itu disampaikan oleh juru bicara Satuan Tugas Kriminal, Christopher Covelli. 

Covelli menambahkan jika Crimo telah merencanakan aksinya dalam beberapa pekan terakhir. 

Pengacara Pemerintah Lake County Eric Rinehart mengatakan, jika Crimo dijatuhi dakwaan pembunuhan tingkat pertama, maka ia bisa dipenjara seumur hidup tanpa kemungkinan bebas bersyarat. 

Rinehart juga menyampaikan bahwa akan ada lebih banyak lagi dakwaan yang bakal dijatuhkan kepada Crimo

Covelli mengatakan, pelaku menggunakan senapan serbu "mirip AR-15" untuk melepas lebih dari 70 peluru dari atas bangunan ke arah kerumunan massa di Highland Park yang sedang merayakan Hari Kemerdekaan. 

Pada September 2019 lalu polisi pernah menerima panggilan dari anggota keluarga Crimo karena ia mengancam akan "membunuh semua orang" di rumah. 

Di sana, polisi menyita 16 bilah pisau, sebuah belati, dan sebilah pedang. Akan tetapi, kala itu, tidak ada tanda-tanda kepemilikan senjata api. Bahkan sebelumnya, pada April 2019, pelaku sempat berusaha untuk bunuh diri. 

Menurut polisi, pelaku membeli lima senjata api secara legal di Illinois pada tahun lalu. Ini merupakan contoh terbaru di mana para pemuda bisa membeli dan membawa senjata api tanpa terlebih dahulu diperiksa kesehatan jiwanya. 

Polisi Negara Bagian Illinois, yang mengeluarkan izin kepemilikan senjata api, mengatakan jika Crimo mengajukan izin kepemilikan pada Desember 2019, saat ia berusia 19 tahun. Dan ayahnya menyeponsori aplikasinya itu

Tim penyelidik yang telah menginterogasi dan mengamati media sosial pelaku hingga berita ini diturunkan belum dapat menemukan motif atau indikasi yang menyebabkannya melakukan pembunuhan massal itu. 

Saat kejadian, banyak orang yang salah mengira suara tembakan sebagai letusan kembang api. Akan tetapi, setelahnya, kepanikan massal pun terjadi. 

"Banyak orang yang tidak sadar dari mana tembakan berasal. Apakah dia di depan atau di belakang Anda. Rusuh sekali," kata David Shapiro (47) seorang saksi mata kepada AP. 

Usai melakukan aksinya, Crimo lantas mengenakan pakaian wanita untuk berbaur dalam keramaian, kata Covelli. 

Ayah pelaku yang bernama Robert Crimo Jr merupakan pemilik sebuah restoran. Ia pernah mencalonkan diri sebagai wali kota pada 2019.

Wali Kota Highland Park Nancy Rotering bahkan mengenal Crimo sejak ia masih anak-anak di klub Pramuka. 

"Apa yang terjadi? Bagaimana seseorang bisa menjadi semarah itu? Penuh kebencian, dan melampiaskannya kepada orang-orang yang tidak bersalah," kata Rotering kepada NBC. 

Tag : #penembakan    #amerika serikat    #internasional    #chicago    #highland park   

Baca Juga