Polisi melakukan olah TKP di rumah korban.

Pembunuhan NTT, Pelaku Penggal dan Bakar Kepala Korbannya

Maraden | Daerah | 28-10-2021

PARBOABOA, Lembata – Seorang pria di Nusa Tenggara Timur tewas mengenaskan setelah kepalanya dipenggal oleh pelaku. Pelaku bahkan membawa kepala korbannya kerumahnya dan berniat untuk membakarnya.

Korban bernama Hamdan Hatete (32), tewas dengan kepala terputus. Dia dibunuh oleh Bernadus Ola (27), warga Wangatoa, Kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

Peristiwa itu terjadi di Dusun Komak, Kelurahan Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, Rabu (27/10/2021) sekira pukul 18.00 WITA. Pelaku menghabisi nyawa korban dengan menggunakan parang dan disaksikan istri korban.

Berdasarkan informasi tertulis, kejadian berawal saat pelaku menuju rumah korban dengan membawa parang didalam tas yang dibawanya. Setiba di rumah korban, tidak ada siapapun dirumah. Pelaku lantas menunggu korban di jalan depan rumahnya. Tidak lama berselang, korban datang bersama istrinya dengan sepeda motor.

Pelaku langsung mendekat dan mengayunkan parang ke arah leher korban, namun meleset. Korban yang sempat  menghindar kemudian terjatuh dan langsung lari meninggalkan sepeda motornya begitu saja.

Pelaku lantas mengejar korban dan saat korban kembali terjatuh, pelaku lalu menebas kepala korban sampai terpisah dari badannya. Pelaku lantas memasukkan kepala korban ke dalam tas yang dibawanya lalu membawanya ke rumahnya. Dirumahnya, pelaku lalu membakar kepala korban.

Polisi yang menedapat info kejadian itu kemudin terjun ke rumah pelaku. Namun pelaku ternyat sudah kabur hingga polisi melakukan olah TKP dan mengevakuasi kepala korban dari tempat pembakaran.

KBP Yoce Marthen langsung mengerahkan tim gabungan dari Satuan Reskrim, Intelkam dan Sabhara mencari pelaku pembunuhan di Kabupaten Lembata, NTT.

Tim bergerak mencari keberadaan pelaku di beberapa lokasi. Dalam waktu tidak lebih dari 5 jam pelaku berhasil dibekuk oleh Tim Gabungan di rumah kebun milik orang tua pelaku.

Kapolres Lembata AKBP Yoce Marten kepada media menjelaskan, pelaku diamankan dan dibawa ke Mako Polres Lembata untuk proses sesuai hukum lebih lanjut. Pelaku diamankan di kebun milik orang tua pelaku yang berjarak kurang lebih 10 kilometer dari rumah pelaku. Untuk menangkap pelaku, polisi harus melalui hutan dengan berjalan kaki. Saat ini pelaku langsung diperiksa oleh penyidik unit Pidum Satuan Reskrim Polres Lembata.

“Belum diketahui secara psti motif dari kasus pembunuhan ini. Kasus ini masih ditangani pihak Polres Lembata. Untuk istri korban dan saksi-saksi juga masih diambil keterangannya,” ujar AKBP Yoce Marten.

Menurut warga setempat, pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan karena pernah belajar ilmu hitam. Pelaku pernah diobati oleh korban sampai sembuh. Pelaku kembali gila dan disebut telah mencari korban selama 2 hari terakhir untuk mengambil jimat milik korban yang pernah diberikan kepadanya.

Tag : daerah, ntt, lembata, pembunuhan sadis, ilmu hitam, polres lembata, pemenggalan

Berita Terkait