Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan

Pemerintah Anggarkan Dana 17 Trilliun Untuk Pengadaan Laptop di Sekolah-sekolah

maraden | Pendidikan | 23-07-2021

PARBOBOA, Jakarta - Dana sebesar Rp 17 triliun telah dianggarkan pemerintah untuk pengadaan laptop pada bidang pendidikan. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sektor pendidikan.

Jadi hingga tahun 2024 ke depan kita akan belanjakan segitu banyak. Kita lakukan pengadaan sebanyak mungkin secara bertahap untuk kebutuhan dalam negeri, kata Menkomarinvest Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers, Kamis, 22 Juli 2021.

Pemerintah telah memetakan kebutuhan produk teknologi informasi untuk tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, SLB, dan SMK tahun anggaran 2021-2024. Produk-produk yang dibutuhkan tersebut antara yakni 1,3 juta unit laptop, 99 ribu access point, 99 ribu konektor, 99 ribu LCD proyektor, 12 ribu layar proyektor, dan hampir 13 ribu speaker aktif.

Untuk anggaran 2021, kebutuhan Kemendikbudristek dan pemda sejumlah 431.730 unit dengan anggaran Rp 3,7 triliun. Dari total kebutuhan, sebanyak 189.165 unit laptop diadakan melalui APBN 2021 senilai Rp 1,3 triliun, dan 242.565 laptop senilai Rp 2,4 triliun melalui DAK. Saat ini, telah dilakukan perjanjian kontrak atas penggunaan produk dalam negeri senilai Rp 1,1 triliun.

Luhut mengatakan Pengadaan kali ini difokuskan pada produsen dalam negeri. Selama ini belanja pemerintah khusunya pada bidang pendidikan untuk produk dalam negeri terbilang masih rendah dibandingkan belanjaa produk impor. Karena itu, Luhut menegaskan akan membasmi orang-orang yang coba-coba bermain dalam pengadaan produk TIK ini.

Menurut Luhut, setidaknya ada enam produsen laptop dalam negeri yang telah mampu memenuhi kebutuhan pengadaan Kemendikbudristek dan Pemda pada tahun ini.

Enam produsen itu memiliki kandungan unsur dalam negeri 25 persen yakni PT Zyrexindo Mandiri Buana, PT Tera Data Indonusa, PT Supertone, PT Evercoss Technology Indonesia, PT Bangga Teknologi Indonesia, dan Acer Manufacturing Indonesia.

Luhut mengungkapkan kesiapan produksi laptop dalam negeri pada September 2021 ini adalah 351 ribu unit, dan pada November 2021 total sebanyak 718.100 unit.

Tag : pendidikan,tokoh,politik,teknologi,nasional

Berita Terkait